Tak Banyak Orang Tua Tahu, Bagian Tubuh Ini Bisa Jadi Petunjuk Gizi Anak

Tak hanya dari berat badan, status gizi anak ternyata bisa diketahui lewat bagian tubuh yang satu ini.

Diterbitkan 03 Juni 2026, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memantau status gizi anak sering kali hanya dilakukan dengan melihat berat badan. Padahal, ada cara sederhana lain yang bisa membantu orang tua mengetahui apakah anak mengalami kekurangan gizi, yakni melalui pengukuran lingkar lengan atas (LILA).

Konselor Pemberi Makan Bayi dan Anak (PMBA), Dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med.Sc., Sp.A, menjelaskan bahwa lingkar lengan atas merupakan salah satu indikator yang valid untuk menilai cadangan lemak dan status gizi anak.

"Salah satu pengukuran cadangan lemak anak yang valid dan sering kita lakukan adalah pengukuran lingkar lengan atas (LILA). Lingkar lengan atas juga bisa menjadi petanda berat badan atau status gizinya," ujar Ian dalam dalam diskusi yang diadakan Bumboo pada Rabu, 3 Juni 2026.

Menurutnya, pengukuran LILA dapat dilakukan pada anak usia enam bulan hingga 5 tahun. Hasilnya dapat membantu mengidentifikasi apakah anak memiliki status gizi yang baik, kurang gizi, atau bahkan mengalami gizi buruk.

"Kalau lingkar lengan atas anak menunjukkan kekurangan lemak, di bawah 10,5 cm itu gizi buruk. Lalu 10,5 cm sampai 11,5 cm itu gizinya kurang. Di atas 11,5 cm itu gizinya baik," tambahnya.

Oleh sebab itu, ketika berat badan anak terlihat kurang, orang tua tidak sebaiknya langsung menyimpulkan kondisi gizinya hanya berdasarkan angka di timbangan.

Pengukuran lingkar lengan atas dapat menjadi pelengkap untuk memberikan gambaran status gizi yang lebih menyeluruh. "Selain berat badannya kurang, bisa juga kita lihat dari lingkar lengan atasnya," tambah Ian.

 

Kebutuhan Lemak Anak Tidak Bisa Disamaratakan

Selain membahas cara menilai status gizi anak, Ian juga menyoroti pentingnya asupan lemak dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Menurutnya, masih ada sebagian orang tua yang menganggap lemak sebagai zat gizi yang harus dibatasi. Padahal, lemak memiliki peran penting sebagai sumber energi sekaligus menunjang berbagai proses tumbuh kembang.

Namun, kebutuhan lemak setiap anak tidak bisa disamaratakan. Perhitungannya harus disesuaikan dengan berat badan ideal dan tinggi badan masing-masing anak.

"Untuk menentukan berat badan ideal seorang anak, itu harus melihat tinggi badannya juga. Makanya kalau bingung boleh ke dokter anak," katanya.

Dia menjelaskan bahwa kebutuhan lemak, protein, dan karbohidrat setiap anak berbeda-beda. Karena itu, konsultasi dengan dokter anak dapat membantu orang tua mengetahui kebutuhan gizi yang paling sesuai.

"Nanti dokter anak akan menghitung, berat badan idealnya berapa, kebutuhan lemaknya berapa, kebutuhan proteinnya berapa, dan kebutuhan karbohidratnya berapa," ujarnya.

Meski demikian, secara umum kebutuhan lemak anak berkisar sekitar 30 persen dari total kebutuhan kalori harian.

 

Mitos soal Lemak Masih Ditemui

Ian mengungkapkan bahwa hingga kini masih ada orang tua yang menganggap lemak sebagai sesuatu yang buruk bagi kesehatan anak. Padahal, lemak tetap dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan yang optimal.

Menurutnya, masalah yang lebih sering terjadi bukanlah konsumsi lemak berlebihan, melainkan jumlah asupan lemak yang tidak sesuai dengan kebutuhan anak.

"Rata-rata paham bahwa lemak itu penting. Cuma beberapa mungkin yang salahnya jumlah lemaknya kurang. Jumlah lemaknya enggak sesuai," pungkasnya.