Begini Cara Tasya Kamila Menjaga Gizi Arrasya yang Gemar Olahraga

Tasya Kamila bagikan cara menjaga gizi Arrasya yang aktif tenis dan monkey bar agar tetap fokus.

Diterbitkan 11 Juni 2026, 14:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aktris dan penyanyi, Tasya Kamila, mengungkapkan pentingnya menjaga asupan gizi anak yang aktif beraktivitas. Hal ini dia terapkan pada putranya, Arrasya Wardhana Bachtiar atau Arash, yang kini semakin sibuk dengan kegiatan sekolah dan olahraga.

Menurut Tasya, Arash yang akan segera naik ke kelas 2 SD tengah berada dalam fase sangat aktif. Selain sekolah, dia juga memiliki beragam aktivitas fisik yang menguras energi setiap hari.

"Kalau untuk Arash ya, sekarang dia sudah lagi aktif-aktifnya, nih. Sudah SD kelas 1, sekarang sudah mau naik kelas 2 bahkan. Dan, semakin padat aktivitasnya dari mulai sekolah. Olahraganya juga beragam," ujar Tasya Kamila di peluncuran MILO Tiga Keunggulan belum lama ini.

Tak hanya mengikuti sang ibu yang gemar bermain padel, Arash juga menyukai tenis. Di luar itu, dia senang berlari dan bermain monkey bar, sehingga membutuhkan energi yang cukup untuk menunjang aktivitas hariannya.

"Nggak cuma mamahnya aja yang padel, dia juga tenis lho. Anak aku lagi suka tenis. Di luar lari-lariannya ya, setiap hari lari-larian. Terus juga lagi suka banget manjat-manjat monkey bar," katanya.

Melihat tingginya aktivitas sang anak, Tasya menilai pemenuhan gizi harian menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Dia pun berusaha memastikan Arash mendapatkan sarapan yang praktis, disukai anak, sekaligus mampu membantu memenuhi kebutuhan energinya sebelum beraktivitas.

"Kalau pagi kan suka riweh ya, banguninnya aja sudah riweh. Makanya kita tuh butuh memberikan anak sarapan untuk memulai harinya. Dengan praktis pastinya, enak, disukai anak, dan bisa mencukupi energinya juga," ujar Tasya.

Selain sarapan, Tasya juga memperhatikan kandungan nutrisi yang dikonsumsi anak. Menurutnya, kombinasi nutrisi seperti susu sapi asli, vitamin B, malt, dan zat besi dapat membantu mendukung tumbuh kembang anak agar tetap aktif dan fokus menjalani aktivitas sehari-hari.

Jangan Samakan Porsi Makan Anak SD dan SMP

Menentukan porsi makan anak tidak bisa disamaratakan. Orang tua perlu menyesuaikan asupan makanan dengan usia dan kebutuhan energi anak agar tumbuh kembangnya tetap optimal.

Ahli Gizi dan Pendiri Gizi Nusantara, Esti Nurwanti, S.Gz, RD, MPH, Ph.D, menjelaskan, kebutuhan energi anak berbeda di setiap kelompok usia.

Anak usia 6–9 tahun membutuhkan sekitar 1.400–1.600 kalori per hari, sedangkan usia 10–15 tahun memerlukan sekitar 1.500–2.400 kalori.

"Jadi harusnya porsi antara anak SD sama SMP beda. Jadi jangan sama. Nanti kalau anak SMP porsinya anak SD, kan kurang gizi," ujar Esti.

Selain memperhatikan jumlah kalori, orang tua juga perlu menerapkan gizi seimbang. Menurut Esti, pola makan masyarakat Indonesia masih cenderung tinggi karbohidrat, sementara asupan protein, vitamin, dan mineral sering kali kurang.

Karena itu, menu harian anak perlu dilengkapi dengan sumber protein agar kebutuhan gizinya terpenuhi secara optimal.