Liputan6.com, Jakarta - Dalam dunia pola asuh anak atau parenting, banyak orang sudah mengenal Tiger Parenting, yakni gaya pengasuhan yang ketat, disiplin, dan menuntut anak untuk selalu berprestasi. Kini, muncul tren lain yang lebih hangat, yaitu Elephant Parenting atau pola asuh gajah.
Istilah ini mulai populer setelah diperkenalkan oleh Priyanka Sharma-Sindhar dalam artikelnya di The Atlantic, seperti dikutip pada Selasa (7/7/2026). Sesuai namanya, pola asuh ini terinspirasi dari kehidupan kawanan gajah yang dikenal sangat protektif, penuh kasih sayang, serta membesarkan anak secara bersama dalam lingkungan yang suportif.
Konsep ini juga berkaitan dengan mindful parenting, yaitu kemampuan orang tua untuk memahami diri sendiri sekaligus peka terhadap kebutuhan emosional anak. Mengutip Psychology Today, metafora "gajah" melambangkan emosi, intuisi, dan respons bawah sadar, sedangkan "pengendara" mewakili akal sehat dan kesadaran.
Advertisement
Tujuan pengasuhan yang mindful adalah menyelaraskan keduanya agar orang tua mampu merespons anak dengan lebih bijak. Lantas, apa saja ciri khas Elephant Parenting?
1. Mengutamakan Kehangatan dan Kasih Sayang
Orang tua dengan gaya ini percaya bahwa rasa aman secara emosional merupakan fondasi utama tumbuh kembang anak. Karena itu, mereka tidak ragu memberikan pelukan, pujian, dan dukungan. Saat anak berbuat salah, mereka lebih memilih merangkul, mendengarkan, lalu membimbing daripada langsung memarahi.
2. Melindungi Tanpa Mengekang
Seperti kawanan gajah yang membentuk lingkaran untuk melindungi anaknya dari predator, orang tua dengan pola asuh ini berusaha menciptakan lingkungan yang aman secara fisik maupun emosional. Fokus utamanya adalah memastikan anak tumbuh di rumah yang nyaman dan minim tekanan, terutama pada masa balita hingga usia sekolah dasar.
3. Menghargai Proses, Bukan Hanya Hasil
Alih-alih menuntut nilai atau prestasi tinggi, Elephant Mom lebih menghargai usaha yang dilakukan anak. Mereka tidak memaksakan standar yang berlebihan karena khawatir dapat memicu stres atau gangguan kesehatan mental. Prioritas utamanya adalah membangun kebahagiaan, rasa percaya diri, dan kecerdasan emosional anak.
Â
Apakah Elephant Parenting Selalu Ideal?
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5273696/original/027081000_1751680689-563d68a2-04c7-4704-8e36-6328d4583818.jpg)
Seperti gaya pengasuhan lainnya, Elephant Parenting juga memiliki tantangan. Orang tua perlu berhati-hati agar tidak menjadi terlalu protektif atau terlalu memanjakan anak.
Mengutip The Center Counseling, Tiger Parenting identik dengan aturan yang ketat, kontrol tinggi, dan ekspektasi besar terhadap perilaku maupun prestasi anak. Pendekatan ini memang dapat membangun disiplin dan struktur, tetapi berisiko terasa kaku jika tidak diimbangi dengan kehangatan serta respons yang empatik.
Sebaliknya, jika anak terus-menerus dilindungi dari kegagalan atau kesulitan, mereka bisa tumbuh kurang mandiri dan kesulitan menghadapi tantangan di kemudian hari.
Oleh sebab itu, kunci Elephant Parenting bukan hanya memberi kasih sayang yang melimpah, tetapi juga memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar mengambil keputusan, menghadapi masalah, dan berkembang secara mandiri.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5696736/original/013814600_1778574800-cek_fakta_cpns_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5460912/original/047178900_1767326454-anak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290285/original/019592500_1783448923-AP26188662265039.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290283/original/065124300_1783447708-063_2285092809.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290319/original/093820900_1783458944-063_2285110228.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9255377/original/086914700_1783150367-diaz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290273/original/087493600_1783443068-000_B9JE88E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290280/original/032335300_1783446810-063_2285091355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9244197/original/033744500_1783137218-col3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289073/original/046291600_1783391105-bel6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260848/original/087679100_1781665562-063_2281975452.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238313/original/043635800_1783129470-mes4.jpg)