Cycle Syncing: Cara Menyesuaikan Pola Makan Selama Siklus Menstruasi

Kenali cycle syncing dan cara mengatur pola makan sesuai setiap fase siklus menstruasi.

Diterbitkan 10 Juli 2026, 14:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cycle syncing menjadi salah satu metode yang semakin populer di kalangan perempuan karena dipercaya dapat membantu menyesuaikan kebutuhan tubuh berdasarkan fase dalam siklus menstruasi. Pendekatan ini dilakukan dengan mengatur pola makan, olahraga, hingga kebiasaan sehari-hari sesuai perubahan hormon yang terjadi sepanjang siklus.

Meski penelitian ilmiah mengenai manfaat cycle syncing masih terbatas, metode ini dinilai dapat membantu seseorang lebih memahami perubahan fisik maupun emosional yang terjadi selama menstruasi.

Psikolog dari Cleveland Clinic, Dr. Susan Albers, PsyD, mengatakan bahwa cycle syncing pada dasarnya mengajak seseorang untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh.

"Gagasan bahwa Anda dapat dan harus mendengarkan tubuh Anda adalah sesuatu yang revolusioner. Cycle syncing memberi Anda izin untuk merawat diri sendiri dengan cara yang berbeda," kata  Albers.

Apa Itu Cycle Syncing?

Cycle syncing merupakan metode menyesuaikan pola makan dan aktivitas fisik berdasarkan empat fase siklus menstruasi, yaitu fase menstruasi, folikular, ovulasi, dan luteal. Setiap fase ditandai dengan perubahan kadar hormon, terutama estrogen dan progesteron, yang dapat memengaruhi energi, suasana hati, nafsu makan, hingga kualitas tidur, seperti dikutip healthline pada Jumat (10/7/2026)

Namun, setiap perempuan memiliki pengalaman menstruasi yang berbeda. Oleh sebab itu, tidak ada aturan yang benar-benar sama untuk semua orang. Inti dari cycle syncing adalah mengenali pola tubuh sendiri, bukan mengikuti aturan yang kaku.

Metode ini juga berpotensi membantu perempuan yang memiliki kondisi tertentu, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), endometriosis, sindrom pramenstruasi (PMS), premenstrual dysphoric disorder (PMDD), maupun premenstrual exacerbation (PME) yang gejalanya dipengaruhi oleh perubahan hormon.

 

Cara Menyesuaikan Pola Makan di Setiap Fase Menstruasi

Pada fase menstruasi, tubuh kehilangan darah sehingga membutuhkan asupan zat besi untuk membantu menggantikan cadangan yang hilang.

Sayuran hijau, daging merah tanpa lemak, lentil, serta kacang-kacangan menjadi pilihan yang baik. Konsumsi vitamin C juga dianjurkan karena membantu penyerapan zat besi, sementara asam lemak omega-3 dari salmon atau biji rami dapat membantu meredakan peradangan dan kram.

Memasuki fase folikular, kadar estrogen mulai meningkat dan energi tubuh biasanya ikut bertambah. Pada fase ini, protein tanpa lemak serta karbohidrat kompleks seperti beras merah, quinoa, dan roti gandum utuh dapat menjadi sumber energi yang stabil.

Sayuran cruciferous, makanan fermentasi, alpukat, serta biji-bijian juga disarankan untuk membantu menjaga keseimbangan hormon.

Selanjutnya adalah fase ovulasi, ketika kadar estrogen mencapai puncaknya. Pada masa ini, pola makan sehat secara keseluruhan tetap menjadi prioritas.

Diet Mediterania dengan kombinasi protein tanpa lemak, sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan lemak sehat dinilai mampu mendukung stamina ketika tubuh berada pada fase paling berenergi.

Sementara itu, fase luteal sering kali ditandai dengan munculnya gejala PMS, meningkatnya rasa lapar, dan keinginan mengonsumsi makanan tertentu. Karbohidrat kompleks, makanan tinggi serat, ubi jalar, serta sayuran hijau dapat membantu mengendalikan rasa lapar.

Jika ingin mengonsumsi camilan, cokelat hitam, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji labu yang kaya magnesium dapat menjadi pilihan yang lebih sehat.

 

Mulailah dengan Mencatat Perubahan Tubuh

Hal terpenting dalam cycle syncing bukanlah mengikuti daftar makanan tertentu, melainkan memahami bagaimana tubuh bereaksi pada setiap fase menstruasi. Anda dapat mencatat perubahan suasana hati, tingkat energi, kualitas tidur, kemampuan berkonsentrasi, hingga kondisi kulit menggunakan buku catatan atau aplikasi pelacak menstruasi.

Catatan tersebut dapat membantu mengenali pola yang terjadi setiap bulan sehingga Anda lebih mudah menentukan pola makan maupun aktivitas yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dengan memahami siklus sendiri, cycle syncing dapat menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesehatan fisik dan mental selama menstruasi.