Anak Pakai Kacamata Minus? Ini Pesan untuk Orang Tua

Dokter menjelaskan cara merawat mata anak ber-kacamata minus agar penglihatannya tetap terjaga.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 17:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bagi orang tua yang anaknya sudah menggunakan kacamata minus, pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali. Menurut Dokter Spesialis Mata Anak, dr. Indah Saraswati, BMEDSC(Hons), Sp.M, pemeriksaan berkala penting karena dalam rentang waktu tersebut minus mata anak dapat bertambah.

"Nanti kalau misalnya sudah di atas usia 18 tahun, boleh 1 tahun sekali, terutama kalau misalnya sudah presbiopia," kata Indah kepada Kesehatan Liputan6.com, Selasa, 21 Juli 2026.

Apa mata minus bisa dikurangi? Menurut Indah, minus mata tidak bisa berkurang karena berkaitan dengan perubahan struktur bola mata. Pada penderita miopia, bola mata memiliki bentuk yang lebih panjang dari normal.

Hingga saat ini, lanjut Indah, belum ada terapi maupun operasi yang dapat memendekkan kembali bola mata. Artinya, jika seseorang sudah mengalami miopia, status minusnya akan tetap ada karena panjang bola mata (axial length) tidak bisa dikembalikan seperti semula.

Kacamata sebaiknya dipakai terus atau tidak? Masih banyak orang tua yang menganggap anak harus terus memakai kacamata agar minusnya tidak bertambah. Menurut Indah, anggapan tersebut bukanlah mitos, melainkan fakta.

Pada mata minus, cahaya yang masuk melalui kornea dan lensa tidak jatuh tepat di retina, melainkan di depannya. Kondisi ini membuat penglihatan menjadi kabur sehingga dibutuhkan alat koreksi, seperti kacamata, agar cahaya kembali terfokus dengan benar.

Oleh sebab itu, anak yang sudah didiagnosis mengalami gangguan refraksi perlu menggunakan kacamata setiap hari sesuai anjuran dokter. Sementara itu, tindakan operasi koreksi mata baru dapat dipertimbangkan setelah umur 18 tahun.

 

Cara Memperlambat Perkembangan Miopia pada Anak

Selain menggunakan kacamata, Indah membagikan beberapa cara untuk membantu memperlambat perkembangan miopia pada anak. "Yang paling gratis adalah outdoor activity," ujarnya.

Anak dianjurkan lebih sering melakukan aktivitas di luar ruangan. Jika orang tua khawatir anak bermain di luar, cukup duduk di teras rumah pada pagi atau sore hari sambil melihat objek yang berjarak sekitar enam meter dan mendapatkan paparan sinar matahari.

"Kalau misalnya di kota orang tua khawatir anak bermain di luar, duduk di teras juga tidak apa-apa. Yang penting melihat jauh sekitar enam meter dan terkena matahari," kata Indah.

Selain itu, orang tua juga perlu menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat objek dekat, anak diminta mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar enam meter) selama minimal 20 detik. Cara ini membantu mengurangi kelelahan mata akibat terlalu lama fokus pada objek dekat.

Indah juga mengingatkan agar kebiasaan anak melihat objek dari jarak dekat, termasuk menggunakan gawai, tidak dilakukan terlalu lama. Aktivitas seperti membaca atau menggambar sebaiknya diselingi waktu istirahat agar mata tidak terus-menerus bekerja pada jarak dekat.

Dia juga menyarankan penggunaan gawai pada anak dibatasi tidak lebih dari dua jam per hari. Selain dapat mempercepat perkembangan miopia, terlalu lama menatap layar juga berpotensi mengganggu konsentrasi, kualitas tidur, dan proses belajar anak.