Apa Itu Cimino? Akses Penting untuk Hemodialisis yang Perlu Dijaga

Cimino berfungsi sebagai jalur keluar-masuk darah saat proses hemodialisis berlangsung. Namun, akses ini bisa mengalami gangguan dalam kondisi tertentu.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cimino adalah sambungan antara pembuluh arteri dan vena di lengan yang dibuat melalui prosedur operasi kecil. Tujuannya memperkuat aliran darah pada vena sehingga dapat digunakan sebagai akses dalam proses hemodialisis (HD) atau cuci darah.

Secara medis, cimino dikenal sebagai sebagai fistula arteriovenosa (AV fistula). Bagi pasien dengan penyakit ginjal kronis yang menjalani cuci darah, keberadaan akses pembuluh darah yang baik sangat penting agar proses dialisis berjalan optimal.

“Cimino merupakan salah satu akses yang paling sering digunakan dalam cuci darah,” kata dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vascular, Muhammad Satyagraha Pradipto, mengutip laman EMC, Rabu (6/5/2026).

Dia menambahkan, dibandingkan dengan akses dialisis lainnya, cimino memiliki beberapa kelebihan, seperti:

  • Dapat digunakan dalam jangka waktu lama
  • Risiko infeksi relatif lebih rendah
  • Aliran darah lebih stabil untuk proses hemodialisis.

Sayangnya dalam beberapa kondisi, cimino dapat mengalami gangguan atau masalah yang menyebabkan aliran darah tidak berjalan dengan baik. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengganggu efektivitas terapi cuci darah yang dijalani pasien.

Meskipun dirancang untuk penggunaan jangka panjang, cimino tetap dapat mengalami gangguan fungsi. Beberapa penyebab yang paling sering terjadi antara lain:

Penyempitan Pembuluh Darah (Stenosis)

Penyempitan pada pembuluh darah dapat menghambat aliran darah sehingga proses dialisis menjadi kurang optimal.

Terbentuknya Bekuan Darah (Trombosis)

Bekuan darah dapat menyumbat aliran pada fistula sehingga cimino tidak dapat digunakan dengan baik saat proses hemodialisis.

Infeksi

Infeksi pada area cimino dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, serta gangguan aliran darah.

Kerusakan Pembuluh Darah

Penggunaan cimino dalam jangka panjang dapat menyebabkan perubahan pada struktur pembuluh darah sehingga fungsi akses menjadi menurun.

Tanda Cimino Bermasalah

Pasien hemodialisis dianjurkan untuk memeriksa kondisi cimino secara rutin. Beberapa tanda yang dapat menunjukkan adanya gangguan pada cimino antara lain:

  • Getaran pada cimino (thrill) terasa melemah atau hilang
  • Lengan terasa bengkak atau nyeri
  • Area cimino tampak kemerahan atau terasa hangat
  • Aliran darah saat hemodialisis tidak stabil
  • Proses dialisis menjadi lebih lama dari biasanya

Jika gejala tersebut muncul, pasien sebaiknya segera melakukan pemeriksaan agar dapat diketahui penyebabnya.

Dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui kondisi cimino, seperti:

  • Pemeriksaan fisik pada area fistula
  • USG Doppler pembuluh darah
  • Angiografi untuk melihat aliran darah secara lebih detail

Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah terdapat penyempitan, sumbatan, atau masalah lain pada akses dialisis.

Penanganan Gangguan Cimino

Penanganan Cimino yang bermasalah bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain:

Angioplasti (PTA)

Prosedur ini dilakukan untuk membuka pembuluh darah yang menyempit dengan menggunakan balon kecil sehingga aliran darah kembali lancar.

Trombektomi

Jika terdapat bekuan darah, dokter dapat melakukan tindakan untuk mengangkat sumbatan tersebut.

Pemasangan Stent

Pada beberapa kasus, dokter dapat memasang stent untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka agar aliran darah tetap stabil.

Operasi Perbaikan Akses

Jika kerusakan cukup berat, tindakan bedah mungkin diperlukan untuk memperbaiki atau membuat akses dialisis baru.

Cara Merawat Cimino

Pasien hemodialisis dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk menjaga fungsi Cimino, antara lain:

  • Menghindari tekanan atau benturan pada lengan tempat cimino dibuat
  • Tidak mengukur tekanan darah pada lengan tersebut
  • Menjaga kebersihan area cimino
  • Memeriksa getaran cimino secara rutin setiap hari
  • Perawatan yang baik dapat membantu mencegah terjadinya gangguan pada akses dialisis.

Cimino merupakan akses vital bagi pasien hemodialisis. Jika terjadi gangguan pada cimino, proses cuci darah dapat menjadi tidak efektif dan berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

“Jika Anda atau anggota keluarga yang menjalani hemodialisis mengalami perubahan pada cimino seperti aliran melemah, nyeri, atau pembengkakan pada lengan, segera lakukan pemeriksaan medis,” saran dokter yang bertugas di RS EMC Alam Sutera.