Liputan6.com, Jakarta - Di tengah maraknya tren diet instan, banyak orang masih terjebak pada pola 'coba-coba' tanpa hasil yang jelas. Pendekatan kesehatan yang benar-benar personal pun masih tergolong langka. Tak sedikit yang hanya menerima daftar pantangan tanpa pendampingan, sehingga hasilnya tidak konsisten. Padahal, setiap tubuh memiliki kebutuhan yang berbeda.
Dalam praktik sehari-hari sebagai dokter spesialis gizi klinik, dr. Nadhira Afifa, MPH, SpGK, menerapkan pendekatan yang berbeda di tempat praktiknya, Fyn Nutrition & Wellness Center.
Dia tidak sekadar menyarankan diet. Program yang dijalankan dirancang berbasis data dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Mulai dari pemeriksaan komposisi tubuh, analisis biomarker seperti gula darah dan kolesterol, hingga penyusunan meal plan yang spesifik dan terukur.
Advertisement
Selain itu, intervensi medis seperti terapi peptida juga diberikan jika memang diperlukan secara klinis.
Lebih lanjut Nadhira menjelaskan bahwa peptida adalah rantai pendek asam amino yang secara alami diproduksi tubuh. Fungsinya sebagai 'pembawa pesan' antar sel yang mengatur berbagai proses, mulai dari metabolisme, rasa lapar, hingga kadar gula darah.
Dalam konteks penurunan berat badan, terapi peptida yang paling banyak digunakan saat ini adalah golongan GLP-1 receptor agonist, seperti semaglutide dan tirzepatide. Obat ini bekerja dengan meniru hormon GLP-1 yang secara alami dilepaskan usus setelah makan untuk memberi sinyal kenyang ke otak.
"Efeknya, pasien jadi lebih cepat kenyang, nafsu makan lebih terkontrol, keinginan terhadap makanan manis atau tinggi kalori menurun, dan pengaturan gula darah juga membaik," kata Nadhira saat berbincang dengan Kesehatan Liputan6.com pada Rabu, 6 Mei 2026.
Nadhira menegaskan bahwa terapi ini bukan sekadar obat penekan nafsu makan biasa. "Mekanismenya bekerja di level hormonal untuk membantu tubuh kembali ke regulasi yang lebih sehat," tambahnya.
Â
Peptida Bukan Pengganti Gaya Hidup Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575356/original/065399200_1778045664-Dokter_Spesialis_Gizi_Klinik__dr._Nadhira_Afifa__MPH__SpGK__2_.jpg)
Meski demikian, masyarakat perlu berhati-hati. Saat ini, banyak produk peptida yang belum mendapat persetujuan FDA beredar di pasaran, bahkan dijual oleh pihak nonmedis. Di klinik kesehatan yang berada di kawasan Gandaria Tengah III ini, terapi hanya diberikan menggunakan peptida yang telah teruji keamanannya dan sesuai dengan indikasi medis.
Awalnya, terapi GLP-1 dikembangkan untuk pasien diabetes tipe 2 dan hingga kini masih menjadi salah satu terapi utama. Namun, seiring perkembangan riset, manfaatnya juga terbukti signifikan untuk obesitas dan berbagai gangguan metabolik lain, seperti prediabetes, sindrom metabolik, fatty liver, hingga PCOS.
Indikasi pemberian terapi ini tidak hanya berdasarkan angka timbangan. Umumnya dipertimbangkan pada pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 30, atau di atas 27 dengan komorbid seperti hipertensi, dislipidemia, atau diabetes tipe 2.
Meski begitu, kata Nadhira, keputusan tetap bersifat individual, disesuaikan dengan profil metabolik, riwayat medis, serta tujuan kesehatan masing-masing pasien.
Terkait pertimbangan terapi, Co-Founder Fyn Nutrition & Wellness Center tersebut menekankan bahwa peptida bukan pengganti gaya hidup sehat, melainkan pendukung.
"Pendekatan utama tetap pada perbaikan pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan manajemen stres. Tapi pada beberapa kasus, terutama dengan faktor genetik atau hormonal yang kuat, pendekatan konvensional saja sering tidak cukup," ujarnya.
Â
Advertisement
Pertimbangan Sebelum Melakukan Terapi Ini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4894594/original/058211000_1721262079-fotor-ai-2024071871242.jpg)
Sebelum memutuskan terapi, dilakukan asesmen menyeluruh, mulai dari riwayat medis, analisis komposisi tubuh, hingga pemeriksaan biomarker seperti resistensi insulin, profil lipid, serta fungsi hati, ginjal, dan tiroid. Selain itu, pola makan, hubungan pasien dengan makanan, hingga kondisi psikologis juga menjadi bagian penting evaluasi.
Menurutnya, pengelolaan berat badan bukan sekadar soal kalori masuk dan keluar, tetapi proses yang kompleks.
Terapi peptida dipilih jika manfaat klinisnya dinilai lebih besar dibandingkan risikonya, serta ketika pasien siap menjadikannya bagian dari perubahan jangka panjang.
"Ini bukan jalan pintas. Risiko rebound tetap ada jika tidak dibarengi perubahan gaya hidup," pungkas Nadhira.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575355/original/097947000_1778045663-Dokter_Spesialis_Gizi_Klinik__dr._Nadhira_Afifa__MPH__SpGK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260719/original/004737300_1781644637-000_B7BY7EB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261701/original/046985700_1781754821-000_B7GK8PT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290686/original/071046700_1782151905-000_B7WZ2B3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261061/original/001985800_1781677236-063_2281989304.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5291368/original/009590400_1753171878-ChatGPT_Image_Jul_22__2025__03_09_04_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262326/original/016185800_1781778776-Maryam.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4330348/original/076384400_1676881977-Instagram_dan_Facebook__dole777-unsplash_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7591070/original/007161600_1780373734-0f3a92b3-61eb-4ccc-8624-776937a87f15.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535935/original/042761200_1774172703-pexels-shameel-mukkath-3421394-5639338.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501196/original/029675500_1770889322-peppermint-tea-glass-ready-drink.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6816610/original/050517700_1779606072-Dokter_Gizi_Klinik_Subspesialis_Nutrisi_pada_Kelainan_Metabolisme_Gizi_di_MRCCC_Siloam_Hospitals_Semanggi__Fiastuti.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6701148/original/024210700_1779520588-IBD.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529813/original/096814100_1773382553-pola_makan.jpeg)