Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang merasa dirinya sehat karena jarang sakit, masih aktif beraktivitas, dan tidak memiliki keluhan berarti. Namun, siapa sangka, tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa diam-diam menyerang tanpa gejala yang jelas.
Kondisi inilah yang membuat hipertensi sering dijuluki sebagai 'silent killer' atau pembunuh diam-diam. Tanpa disadari, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah, jantung, ginjal, bahkan meningkatkan risiko stroke dan demensia sejak dini.
Dokter spesialis jantung sekaligus Associate Professor of Medicine di NYU Langone Health, Lawrence Phillips, mengatakan, sebagian besar kasus hipertensi memang tidak menimbulkan gejala apa pun.
Advertisement
"Dalam banyak kasus, tekanan darah tinggi tidak bergejala. Orang sering kali merasa dirinya baik-baik saja sehingga tidak sadar sedang mengalami hipertensi," ujar Phillips dikutip dari prevention pada Minggu, 10 Mei 2026.
Karena itulah, pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi sangat penting, termasuk bagi orang yang merasa sehat dan masih berada di usia produktif.
Apa saja yang memicu tekanan darah naik? Hipertensi tidak selalu dipicu oleh penyakit berat. Dalam banyak kasus, kondisi ini justru dipengaruhi kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele.
Salah satu penyebab utamanya adalah konsumsi makanan tinggi garam dan makanan olahan. Keripik, makanan instan, pizza, saus kemasan, hingga makanan cepat saji mengandung natrium tinggi yang dapat meningkatkan volume darah dan membuat tekanan darah naik.
Pendiri sekaligus ahli jantung di Vivify Medical, Amnon Beniaminovitz, menjelaskan, natrium berlebih membuat tubuh menahan lebih banyak cairan.
"Semakin banyak natrium di dalam darah, semakin banyak cairan yang tertarik ke pembuluh darah sehingga tekanan darah ikut meningkat," kata Beniaminovitz.
Selain pola makan, gaya hidup kurang gerak juga menjadi pemicu besar hipertensi. Terlalu lama duduk dan jarang berolahraga membuat pembuluh darah menjadi kurang elastis. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.
"Pada orang dengan berat badan berlebih, tubuh harus memompa darah ke jaringan yang lebih banyak dan ini meningkatkan tekanan darah," kata Phillips.
Â
Stres dan Kurang Tidur Pengaruhi Tekanan Darah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5161421/original/030589100_1741846759-1741840839454_penyebab-susah-tidur.jpg)
Tekanan darah tinggi juga sangat berkaitan dengan stres kronis. Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin yang membuat denyut jantung meningkat dan pembuluh darah menyempit.
Di era modern, tekanan pekerjaan, jadwal padat, masalah hubungan, hingga paparan media sosial membuat banyak orang mengalami stres berkepanjangan tanpa disadari.
Tak hanya itu, kualitas tidur yang buruk juga dapat memicu hipertensi. Salah satu kondisi yang paling sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi adalah obstructive sleep apnea (OSA), yaitu gangguan tidur yang menyebabkan napas berhenti sesaat saat tidur.
"Dengan meningkatnya angka obesitas, semakin banyak orang mengalami sleep apnea. Kondisi ini menyebabkan kadar oksigen tubuh menurun dan tubuh merespons dengan meningkatkan tekanan darah," ujar Phillips.
Gejalanya bisa berupa mendengkur keras, sering terbangun di malam hari, atau tetap merasa lelah meski sudah tidur cukup lama.
Â
Advertisement
Hubungan Faktor Genetik dengan Hipertensi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4030647/original/003216100_1653284520-melihat-langsung-pelayanan-Faskes-Tingkat-1-BPJS-Kesehatan-ARBAS-4.jpg)
Meski gaya hidup menjadi faktor utama, faktor keturunan juga tidak bisa diabaikan. Seseorang dengan riwayat keluarga hipertensi memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.
Namun, Beniaminovitz mengatakan bahwa faktor genetik bukan berarti tidak bisa dikendalikan. "Gen memang berperan, tetapi gaya hidup tetap dapat memengaruhi kapan hipertensi muncul dan seberapa berat kondisinya," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa pola makan sehat, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta mengelola stres dapat membantu menunda munculnya hipertensi bahkan hingga usia lanjut.
Mereka sepakat bahwa salah satu kesalahan terbesar adalah menunggu gejala muncul sebelum memeriksakan tekanan darah. Padahal, hipertensi sering berkembang perlahan selama bertahun-tahun tanpa keluhan.
Oleh sebab itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala sangat dianjurkan, terutama jika memiliki kebiasaan makan tidak sehat, jarang bergerak, sering stres, atau memiliki riwayat keluarga hipertensi.
Perubahan kecil seperti mengurangi makanan olahan, rutin berjalan kaki, tidur cukup, dan membatasi konsumsi alkohol dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan menurunkan risiko penyakit jantung di kemudian hari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3543485/original/026270900_1629265067-20210818-FOTO---VAKSINASI-IBU-HAMIL-HERMAN-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262509/original/033331100_1781827688-063_2282269735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257126/original/025840700_1781221894-AP26162777114808.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6216282/original/049802700_1779093871-hipertensi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4749738/original/054893500_1708574616-mufid-majnun-J0benOYAPbw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7267370/original/099930700_1780053279-___Medical_Educator_and_Influencer__dr._Diana_Suganda.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245686/original/017077100_1749377961-WhatsApp_Image_2025-06-08_at_12.44.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5237598/original/090824600_1748597749-5e736dc5-c664-436a-8522-478622d75071.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6493260/original/024824400_1779350807-eka__4_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6424300/original/025125600_1779293737-WhatsApp_Image_2026-05-20_at_3.22.28_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6390701/original/043265000_1779266054-eka__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6389386/original/016878400_1779264662-eka__2_.jpeg)