Liputan6.com, Jakarta - Komedian Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Temon meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) dalam umur 59 tahun. Temon meninggal sakit apa pun menjadi pertanyaan yang paling banyak dicari di Google. Sebelum mengembuskan napas terakhir, kondisi Temon dilaporkan mendadak memburuk. Dia mengalami nyeri hebat di dada sebelah kiri hingga dilarikan ke rumah sakit. Dokter menyatakan penyebab kematiannya adalah serangan jantung.
Berdasarkan keterangan keluarga, Temon juga memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi. Melansir The Harley Street Clinic, hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri berada di atas batas normal. Tekanan ini muncul saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Jika tekanan darah terus-menerus tinggi, pembuluh darah dan organ vital dapat mengalami kerusakan.
Tekanan darah diukur menggunakan dua angka, yaitu tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik menunjukkan tekanan di dalam arteri saat jantung berkontraksi atau berdetak, sedangkan tekanan diastolik menunjukkan tekanan saat jantung berelaksasi di antara detak.
Advertisement
Tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg. Sementara itu, berdasarkan pedoman American College of Cardiology dan American Heart Association, seseorang dinyatakan mengalami hipertensi stadium 1 apabila tekanan darah mencapai 130/80 mmHg atau lebih. Hipertensi stadium 2 didiagnosis ketika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih.
Mengapa Hipertensi Berbahaya?
Hipertensi kerap dijuluki sebagai silent killer atau "pembunuh diam-diam" karena sering kali tidak menimbulkan gejala. Banyak penderita tidak menyadari bahwa tekanan darahnya sudah tinggi hingga muncul komplikasi serius.
Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat merusak pembuluh darah secara perlahan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan pada pembuluh darah.
Cara Mengendalikan Hipertensi
Mengontrol tekanan darah sangat penting untuk mencegah kerusakan organ vital, terutama jantung, otak, dan ginjal. Pada beberapa kondisi, hipertensi dapat memicu gejala seperti nyeri dada dan sesak napas. Sementara itu, jika sudah menyebabkan stroke, gejalanya dapat berupa gangguan bicara, kehilangan keseimbangan, gangguan penglihatan, hingga kesulitan berjalan.
Untuk membantu mengendalikan tekanan darah sekaligus menurunkan risiko komplikasi, berikut beberapa langkah yang dianjurkan:
- Perbanyak konsumsi buah dan sayuran.
- Batasi asupan garam.
- Rutin berolahraga.
- Hindari konsumsi alkohol.
- Berhenti merokok dan menghindari semua produk tembakau.
- Jaga berat badan tetap ideal.
Selain menjalani pola hidup sehat, sebagian penderita hipertensi juga memerlukan obat penurun tekanan darah yang diresepkan dokter. Pengobatan ini bertujuan menjaga tekanan darah tetap terkendali sekaligus menurunkan risiko komplikasi serius.
Meski dapat memicu berbagai penyakit berbahaya, hipertensi bukanlah kondisi yang tidak bisa dikendalikan. Dengan pemeriksaan rutin, perubahan gaya hidup, dan pengobatan yang sesuai, tekanan darah dapat tetap terkontrol sehingga risiko kerusakan organ maupun komplikasi dapat diminimalkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379728/original/080061400_1760356827-20251013_140108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4164091/original/082258500_1663638092-mufid-majnun-X4Hypm5HBfA-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303531/original/058987900_1782168483-AP26173793551298-Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295972/original/094968200_1783998125-063_2285118941.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287270/original/053254800_1783206565-000_B9AD2FJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295862/original/035555400_1783973067-Jude_Bellingham_celebrates_England_s_victory.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295861/original/079168800_1783972957-Spain_s_Mikel_Merino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295737/original/025937800_1783941648-1200.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295459/original/025159300_1783930359-IMG-20260713-WA0073.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294802/original/027793100_1783869010-1200.jpg)