Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ramai soal monkey malaria atau malaria knowlesi yang renggut satu nyawa di Malaysia. Terkait kasus ini, dokter anak konsultan infeksi dan penyakit tropis, Inke Nadia Diniyanti Lubis memberi penjelasan.
Menurutnya, malaria knowlesi adalah penyakit zoonosis yang mengintai dari hutan.
“Malaria knowlesi adalah malaria zoonotik disebabkan oleh parasit Plasmodium knowlesi (P. knowlesi) yang alaminya menginfeksi monyet ekor panjang dan beruk, lalu menular ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles tertentu,” kata Inke dalam diskusi media secara daring (dalam jaringan) bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Rabu (13/5/2026).
Advertisement
Hadirnya P. knowlesi menambah daftar jenis plasmodium malaria yang awalnya empat (P. falciparum, P. vivax, P. ovale, P. malariae) menjadi lima.
“WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mengakui P. knowlesi sebagai spesies kelima Plasmodium yang menginfeksi manusia sejak laporan wabah di Sarawak pada 2004,” tambahnya.
Empat jenis sebelumnya menular dari manusia yang terinfeksi ke manusia lain lewat gigitan nyamuk. Artinya, nyamuk terlebih dahulu menggigit manusia terinfeksi, kemudian menggigit manusia lain.
Sementara malaria knowlesi menular dari monyet ekor panjang atau beruk yang terinfeksi. Artinya, nyamuk terlebih dahulu menggigit monyet yang membawa parasit secara alami, kemudian menggigit manusia hingga terinfeksi. Meski begitu, tidak semua monyet memicu monkey malaria atau malaria knowlesi.
Maka dari itu, Inke menilai istilah monkey malaria kurang tepat untuk digunakan karena cenderung membangun stigma bagi semua jenis monyet.
“Host atau penjamu utamanya adalah dua jenis kera, Macaca fascicularis atau monyet ekor panjang dan Macaca nemestrina atau beruk. Nyamuknya pun hanya jenis nyamuk tertentu, Anopheles kelompok leucosphyrus,” ujarnya.
Nyamuk ini hanya ada di hutan atau pinggiran hutan dengan kebiasaan aktif saat senja hingga fajar. Sehingga, orang yang tertular biasanya yang memiliki riwayat pergi ke hutan atau ke kebun di pinggiran hutan.
Gejala Malaria Knowlesi
Dari sisi gejala, malaria knowlesi cenderung sulit dibedakan dengan jenis malaria lainnya. Gejala umumnya meliputi:
- Demam, pagi turun, malam naik lagi
- Menggigil, berkeringat
- Sakit kepala
- Nyeri otot dan sendi
- Lemas, mual, muntah
- Batuk ringan dan nyeri perut.
“Karena siklus hidup (P. knowlesi) sangat cepat, maka dia dapat dengan cepat menambah jumlah parasit di dalam tubuh sehingga infeksi bisa menjadi berat dengan cepat,” kata Inke.
Pasien harus waspada ketika timbul gejala-gejala berikut:
- Trombosit turun cepat dan mudah memar
- Napas cepat atau sesak
- Air kencing sedikit dan pekat
- Kuning pada mata atau kulit
- Penurunan kesadaran.
Advertisement
Kenapa Baru Muncul Sekarang?
Kemunculan malaria knowlesi disebabkan berbagai faktor. Termasuk akibat adanya deforestasi dan alih fungsi lahan. Pembuatan hutan untuk kebun sawit, karet, dan pertanian membuat manusia, monyet, dan nyamuk berbagi ruang yang sama.
Manusia juga kerap masuk hutan untuk penebangan, pertambangan, mencari rotan, dan kegiatan lainnya yang meningkatkan risiko gigitan vektor.
Kasus pun semakin terlihat karena teknologi diagnosis molekuler yang semakin berkembang. Polymerase Chain Reaction (PCR) dan sekuensing membuat kasus yang dulu dilaporkan sebagai jenis malaria lain kini terungkap sebagai knowlesi.
Kemunculan malaria knowlesi juga dapat dipicu perubahan iklim dan ekologi vektor. Pergeseran habitat nyamuk dan perilaku monyet meningkatkan kontak lintas spesies.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1908458/original/066821200_1766619000-WhatsApp_Image_2025-12-25_at_06.29.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5776838/original/066081600_1778679610-monyet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623031/original/006534100_1782616032-063_2283182531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8660431/original/044103500_1782685503-Canada_s_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659951/original/005175900_1782684619-000_B8LH2KW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659756/original/038409700_1782684252-063_2283754697.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3408516/original/033968500_1616469360-IMG20210321094001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6045953/original/024726900_1778935826-monkey_malaria__4_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5939349/original/014113800_1778836573-monkey_malaria__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5935157/original/015095300_1778832582-malaria.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5930566/original/034469700_1778828198-monyet__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5928583/original/059857000_1778826370-monkey_malaria__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5917436/original/002153700_1778815703-monkey_malaria.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5915223/original/062299300_1778813768-monkey.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5774405/original/070619500_1778677265-monyet.jpeg)