Kasus Monkey Malaria Muncul Lagi, Deforestasi Jadi Salah Satu Pemicu

Kasus monkey malaria muncul lagi. Kemunculan kasus ini punya kaitan dengan perubahan fungsi hutan.

Diterbitkan 15 Mei 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Monkey malaria atau malaria knowlesi sudah ditemukan di Malaysia sejak 2004. Namun, kasusnya kembali muncul di Indonesia termasuk Aceh yang melaporkan 30 kasus monkey malaria di awal 2026. 

Menurut dokter anak konsultan infeksi dan penyakit tropis, Inke Nadia Diniyanti Lubis, kemunculan malaria knowlesi disebabkan berbagai faktor. Dua diantaranya terkait deforestasi dan alih fungsi lahan.

“Pembuatan hutan untuk kebun sawit, karet, dan pertanian membuat manusia, monyet, dan nyamuk berbagi ruang yang sama,” kata Inke dalam temu media secara daring (dalam jaringan), Rabu, 13 Mei 2026.

Hutan dan malaria knowlesi memang memiliki kaitan erat. Pasalnya, hutan adalah tempat hidup monyet dan nyamuk penyebab malaria knowlesi. Malaria knowlesi adalah jenis malaria yang ditularkan dari monyet ke manusia.

Malaria zoonotik ini disebabkan oleh parasit Plasmodium knowlesi (P. knowlesi) yang menginfeksi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan beruk (Macaca nemestrina), lalu menular ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles tertentu.

Nyamuk ini hanya ada di hutan atau pinggiran hutan dengan kebiasaan aktif saat senja hingga fajar. Sehingga, orang yang tertular biasanya yang memiliki riwayat pergi ke hutan atau ke kebun di pinggiran hutan.

Manusia juga kerap masuk hutan untuk penebangan, pertambangan, mencari rotan, dan kegiatan lainnya yang meningkatkan risiko gigitan vektor.

Diagnosis Molekuler yang Semakin Berkembang

Selain akibat alih fungsi lahan, kasus pun semakin terlihat karena teknologi diagnosis molekuler yang semakin berkembang. Polymerase Chain Reaction (PCR) dan sekuensing membuat kasus yang dulu dilaporkan sebagai jenis malaria lain kini terungkap sebagai knowlesi.

Inke menjelaskan, awalnya malaria knowlesi dianggap sebagai malaria yang sudah ada sebelumnya, yakni P. malariae. Namun, jenis ini dikenal sebagai malaria dengan gejala klinis yang ringan, sementara saat kenaikan kasus terjadi pada 2004 di Malaysia, gejala-gejala yang timbul cenderung berat.

"Sehingga dilakukanlah usaha untuk betul-betul mengidentifikasi dan pertama kalinya di tahun 2004 itu dilakukan identifikasi dengan menggunakan PCR. Ternyata secara molekular ini adalah jenis yang sangat berbeda dari malaria yang sudah dikenal selama ini," ujar Inke.

Dari peristiwa inilah ditemukan malaria knowlesi yang belakangan disebut sebagai monkey malaria.

Kemunculan malaria knowlesi juga dapat dipicu perubahan iklim dan ekologi vektor. Pergeseran habitat nyamuk dan perilaku monyet meningkatkan kontak lintas spesies.

Sebaran Malaria Knowlesi di Indonesia

Di Indonesia, malaria knowlesi sudah pernah dilaporkan di berbagai daerah, yakni:

Kalimantan

Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat

Sumatera

Aceh, Sumatera Utara (sekitar Taman Nasional Batang Gadis), Sumatera Selatan

Sulawesi

Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan

Lainnya

Bangka, Nias, dan area lain dengan habitat macaca.

Pola sebaran ini bergantung pada habitat monyet ekor panjang, beruk, dan vektor nyamuk Anopheles kelompok leucosphyrus. Banyak kasus terbatas pada daerah pinggir hutan.

“Angka resmi cenderung lebih rendah dari kondisi sesungguhnya. Banyak kasus knowlesi tercatat sebagai P. malariae karena keterbatasan diagnostik,” kata Inke.