Bukan Cuma Aceh, Ini Daftar Daerah yang Pernah Laporkan Monkey Malaria

Aceh bukan satu-satunya daerah di Indonesia yang sempat melaporkan kasus monkey malaria. Ini daftar daerah lain yang punya riwayat kasus serupa.

Diterbitkan 15 Mei 2026, 12:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya melaporkan 30 kasus monkey malaria alias malaria knowlesi hingga April 2026.

Menurut dokter anak konsultan infeksi dan penyakit tropis, Inke Nadia Diniyanti Lubis, selain Aceh, beberapa daerah lain yang sempat melaporkan kasus serupa yakni:

Kalimantan

Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat

Sumatera

Aceh, Sumatera Utara (sekitar Taman Nasional Batang Gadis), Sumatera Selatan

Sulawesi

Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan

Lainnya

Bangka, Nias, dan area lain dengan habitat macaca.

Pola sebaran ini bergantung pada habitat monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), beruk (Macaca nemestrina), dan vektor nyamuk Anopheles kelompok leucosphyrus. Banyak kasus terbatas pada daerah pinggir hutan.

“Angka resmi cenderung lebih rendah dari kondisi sesungguhnya. Banyak kasus knowlesi tercatat sebagai Plasmodium malariae (P. malariae) karena keterbatasan diagnostik,” kata Inke dalam temu media secara daring bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Rabu, 13 Mei 2026.

Dia menambahkan, kasus malaria knowlesi pertama kali diidentifikasi di Malaysia pada 2004. Inke menjelaskan, awalnya malaria knowlesi dianggap sebagai malaria yang sudah ada sebelumnya, yakni P. malariae. Namun, jenis ini dikenal sebagai malaria dengan gejala klinis yang ringan, sementara saat kenaikan kasus terjadi pada 2004 di Malaysia, gejala-gejala yang timbul cenderung berat.

"Sehingga dilakukanlah usaha untuk betul-betul mengidentifikasi dan pertama kalinya di tahun 2004 itu dilakukan identifikasi dengan menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction). Ternyata secara molekular ini adalah jenis yang sangat berbeda dari malaria yang sudah dikenal selama ini," ujar Inke.

Dari peristiwa inilah ditemukan Plasmodium knowlesi (P. knowlesi) pemicu malaria knowlesi yang belakangan disebut sebagai monkey malaria.

Kenaikan Kasus Monkey Malaria di Malaysia

Selama 2026, Malaysia melaporkan 357 kasus monkey malaria alias malaria knowlesi. Bahkan, ada satu kasus kematian yang dilaporkan dari Sabah.

"Kenapa ini menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Malaysia? Karena Malaysia itu sudah sangat baik dalam mengontrol malaria yang ditularkan oleh manusia," jelas Inke.

Seperti diketahui, sebelum ditemukannya malaria knowlesi, ada empat jenis malaria yang menular dari manusia ke manusia lewat vektor nyamuk, yakni:

  • Plasmodium falciparum (P. falciparum) yang dikenal paling mematikan
  • P. vivax yang dikenal paling tersebar
  • P. ovale yang lebih jarang ditemukan
  • P. malariae dikenal dengan distribusinya yang luas.

Keempat jenis malaria ini sudah ditangani dengan baik di Malaysia hingga suatu ketika ada peningkatan kasus malaria lagi di negara tersebut dan terungkap penyebabnya adalah P. knowlesi.

Mengenal Malaria Knowlesi

Malaria knowlesi adalah malaria zoonotik disebabkan oleh parasit Plasmodium knowlesi (P. knowlesi) yang alaminya menginfeksi monyet ekor panjang dan beruk, lalu menular ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles tertentu.

Hadirnya P. knowlesi menambah daftar jenis plasmodium malaria yang awalnya empat menjadi lima.

"WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mengakui P. knowlesi sebagai spesies kelima Plasmodium yang menginfeksi manusia sejak laporan wabah di Sarawak pada 2004," tambahnya.

Empat jenis sebelumnya menular dari manusia yang terinfeksi ke manusia lain lewat gigitan nyamuk. Artinya, nyamuk terlebih dahulu menggigit manusia terinfeksi, kemudian menggigit manusia lain.

Sementara malaria knowlesi menular dari monyet ekor panjang atau beruk yang terinfeksi. Artinya, nyamuk terlebih dahulu menggigit monyet, kemudian menggigit manusia hingga terinfeksi.

Cegah Malaria Knowlesi

Cara melindungi diri dari malaria knowlesi pada dasarnya sama dengan malaria lainnya.

“Seperti tidur di bawah kelambu terutama untuk masyarakat yang tinggal di daerah endemis malaria, perbatasan hutan, atau tempat yang baru dialihkan fungsi lahannya,” saran Inke.

Selain itu, penggunaan repelen kulit atau losion anti nyamuk juga dapat membantu terutama di saat nyamuk beraktivitas yakni pada senja hingga pagi hari.

“Pastikan memakai pakaian panjang dan celana panjang supaya mengurangi risiko gigitan.”

Jika sudah ada riwayat perjalanan ke hutan atau pinggiran hutan lalu muncul gejala malaria seperti demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, lemas, batuk ringan, dan nyeri perut, maka perlu periksa dengan cepat ke dokter.