Pemeriksaan MRI untuk Apa? Ini Fungsi Pentingnya bagi Diagnosis Penyakit

Teknologi MRI terbaru diklaim bikin hasil lebih tajam dan pemeriksaan lebih nyaman bagi pasien.

Diterbitkan 21 Mei 2026, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) berfungsi untuk membantu mendeteksi berbagai penyakit secara lebih detail dan akurat. Teknologi ini digunakan untuk melihat kondisi organ dan jaringan tubuh tanpa radiasi, sehingga banyak dipakai dalam pemeriksaan saraf, jantung, hingga cedera sendi dan tulang.

Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Thio Ananda Steven, Sp. Rad., menjelaskan bahwa MRI dengan kekuatan hingga 3 Tesla mampu menghasilkan kualitas gambar yang lebih detail dibandingkan MRI biasa.

"Dengan MRI 3 Tesla yang didukung teknologi AI, hasil pencitraan dapat diperoleh dengan kualitas yang lebih detail dan waktu pemeriksaan yang lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan pasien," ujar Thio dalam diskusi media pada Kamis, 21 Mei 2026.

"Hal ini membantu kami dalam melakukan evaluasi secara lebih presisi, sekaligus mendukung dokter klinisi dalam menentukan langkah penanganan yang tepat bagi pasien," tambahnya.

Menurutnya, MRI 1,5 Tesla sebenarnya sudah mampu menghasilkan gambar yang baik. Namun, alat tersebut memiliki ruang pemindaian yang lebih sempit dan waktu pemeriksaan yang relatif lebih lama. "Sekitar 15 hingga 45 menit tergantung jenis pemeriksaan," ujarnya.

Berbeda dengan MRI 1,5 Tesla, MRI 3 Tesla hadir dengan ruang pemeriksaan yang lebih luas sehingga membuat pasien lebih nyaman selama proses pemindaian. Waktu pemeriksaannya juga lebih singkat.

"Berbeda dengan CT scan, proses MRI memang membutuhkan waktu lebih panjang. Karena itu, teknologi terbaru ini membantu membuat pemeriksaan menjadi lebih efisien dan nyaman bagi pasien," tambahnya.

Lebih lanut, Thio menjelaskan bahwa MRI 3 Tesla dapat digunakan untuk berbagai pemeriksaan medis yang membutuhkan pencitraan detail.

Pada bidang saraf atau neurologi, MRI digunakan untuk membantu mendeteksi stroke akut, tumor otak, epilepsi, gangguan saraf, infeksi, saraf terjepit, hingga kelainan tulang belakang.

Teknologi ini juga membantu dokter dalam merencanakan tindakan operasi secara lebih presisi, terutama pada kasus tumor otak dan gangguan saraf tertentu.

 

MRI untuk Periksa Jantung

Tak hanya itu, MRI 3 Tesla juga dapat digunakan untuk pemeriksaan jantung secara menyeluruh, termasuk mengevaluasi struktur dan fungsi jantung, gangguan otot jantung, hingga bekas serangan jantung.

Sementara pada bidang ortopedi, MRI bermanfaat untuk melihat kondisi persendian di seluruh tubuh, termasuk ligamen, tendon, bantalan sendi, otot, dan tulang rawan.

Pemeriksaan ini juga sering digunakan untuk mendeteksi cedera olahraga, robekan ligamen lutut, nyeri bahu, nyeri lutut, hingga nyeri punggung berkepanjangan.

Kapan Anda harus meminta MRI? Pemeriksaan MRI umumnya dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter setelah konsultasi medis.

Namun, MRI biasanya diperlukan jika seseorang mengalami sakit kepala berat dan berulang, nyeri punggung atau leher berkepanjangan, kesemutan, kelemahan anggota gerak, gangguan saraf, hingga riwayat cedera olahraga atau trauma.

MRI juga sering digunakan sebagai pemeriksaan lanjutan untuk membantu memastikan diagnosis penyakit tertentu.

 

Teknologi AI Bikin Pemeriksaan Lebih Cepat

Perkembangan teknologi kini membuat pemeriksaan MRI semakin canggih. Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan MRI 3 Tesla SIGNA Hero yang dilengkapi teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu menghasilkan gambar lebih tajam dan detail.

Steven menjelaskan bahwa teknologi AI pada MRI 3 Tesla mampu meningkatkan ketajaman gambar hingga 60 persen dan mempercepat waktu pemindaian hingga 50 persen.

Hasil pencitraan yang lebih detail membantu dokter memperoleh informasi yang lebih akurat untuk menentukan terapi dan penanganan pasien secara lebih tepat.

Selain itu, waktu pemeriksaan yang lebih singkat juga membuat pasien merasa lebih nyaman, terutama bagi mereka yang mudah cemas saat menjalani prosedur MRI.

Dengan kemampuan tersebut, MRI 3 Tesla berbasis AI kini menjadi salah satu teknologi penting dalam mendukung diagnosis penyakit secara lebih cepat, detail, dan presisi.