Kisah Haru Penyintas Kanker Serviks di Jaksel, 11 Tahun Jadi Kader Paliatif

Simak kisah penyintas kanker serviks di Jaksel yang 11 tahun mengabdi sebagai kader paliatif di sini!

Diterbitkan 22 Mei 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kisah inspiratif datang dari seorang penyintas kanker serviks di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, bernama Mariam. Selama 11 tahun terakhir, dia mendedikasikan diri sebagai kader paliatif yang membantu pasien kanker stadium lanjut di wilayahnya.

Mariam mengaku bahwa perjalanan hidupnya berubah total sejak didiagnosis kanker serviks. Namun, alih-alih terpuruk selamanya, pengalaman tersebut justru menjadi titik balik untuk berjuang membantu orang lain yang mengalami kondisi serupa.

"Dahulu, dalam pemikiran saya yang masih awam, penderita kanker sudah pasti akan meninggal. Namun, setelah saya mengikuti pelatihan paliatif dan mendapatkan banyak ilmu di sana, saya berjanji untuk terus melayani selama tenaga saya masih ada," kata Mariam dikutip Antara pada Jumat, 22 Mei 2026.

Dia, menjelaskan, awalnya sempat mengalami masa terpuruk selama dua bulan dan memilih mengurung diri di rumah. Namun, setelah mendapatkan pendampingan dan pelatihan perawatan paliatif, ia mulai bangkit dan tergerak untuk menjadi bagian dari kader kesehatan masyarakat.

Selama 11 tahun mengabdi, Mariam tidak hanya memberikan pendampingan kepada pasien kanker, tapi juga membantu keluarga pasien dalam memahami perawatan di rumah. Dia menyebut bahwa tantangan di lapangan tidak sedikit, mulai dari keterbatasan ambulans hingga kendala administratif pasien BPJS.

"Kadang ada pasien yang harus dibawa pulang lagi karena tidak ada jadwal kontrol di rumah sakit. Belum lagi masalah administrasi BPJS bagi warga yang KTP-nya luar daerah," ujarnya.

Meski penuh tantangan, Mariam tetap bertahan menjalankan perannya sebagai kader paliatif. Dia menegaskan bahwa dukungan sosial dan pelatihan yang didapat menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.

 

Peran Penting Kader Paliatif Tangani Pasien Kanker

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan memberikan apresiasi kepada para kader paliatif tahun 2026. Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menyebut keberadaan kader paliatif sangat penting dalam mendukung layanan kesehatan berbasis masyarakat.

"Para kader ini bekerja secara sosial dan ikhlas membantu warga yang menderita kanker stadium lanjut. Mereka menjalankan tugas dengan hati dan tanpa insentif," kata Anwar.

Dia, menambahkan, peran kader paliatif bukan hanya sebatas membantu aspek medis, tetapi juga memberikan dukungan emosional, empati, dan semangat hidup bagi pasien serta keluarga.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Jakarta Selatan memberikan apresiasi berupa bantuan uang tunai, sembako, pakaian batik, serta rencana penerbitan Surat Keputusan (SK) bagi para kader. Selain itu, mereka juga akan menerima tunjangan operasional sebesar Rp200 ribu per bulan untuk biaya komunikasi.

Anwar berharap keberadaan kader paliatif dapat terus memperkuat layanan kesehatan yang humanis dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.

"Pengabdian para kader adalah amal mulia yang memberi manfaat besar bagi sesama. Tetaplah menjadi garda terdepan dalam menghadirkan harapan," ujarnya.