Cara Memperlambat Perjalanan Diabetes agar Tak Berujung Fatal

Ketahui cara mengendalikan diabetes sejak dini agar komplikasi berat dapat dicegah.

Diterbitkan 06 Juli 2026, 13:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Diabetes bukan penyakit yang langsung menimbulkan komplikasi berat. Penyakit kronis ini berkembang secara bertahap dalam waktu yang panjang. Kabar baiknya, perjalanan diabetes dapat diperlambat bahkan ditahan, jika kadar gula darah dan faktor risiko lainnya dikelola dengan baik sejak dini.

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD-KEMD menjelaskan bahwa diabetes tidak selalu berakhir dengan komplikasi berat atau kematian. Menurutnya, hal itu bergantung pada bagaimana pasien mengelola penyakitnya.

"Kita melihat bahwa diabetes itu merupakan perjalanan panjang. Kalau tidak diobati, perjalanan itu akan terus berlanjut sampai titik akhirnya, yaitu meninggal. Atau mungkin sebelum itu pasien sudah harus menjalani cuci darah. Apakah perjalanan itu akan terus berlangsung? Ya, kalau tidak dikelola," kata Yunir kepada Kesehatan Liputan6.com belum lama ini.

Dia mengibaratkan diabetes sebagai perjalanan dari huruf A hingga Z. Tanpa pengelolaan yang baik, penyakit akan terus berkembang hingga memicu berbagai komplikasi. Sebaliknya, jika gula darah tetap terkendali, laju penyakit dapat diperlambat sehingga komplikasi bisa ditunda, bahkan dicegah.

"Yang harus dikelola adalah bagaimana menjaga supaya gula darah menjadi normal. Kalau gula darahnya normal, perjalanan dari A sampai Z bisa kita tunda atau kita tahan. Bahkan banyak pasien yang bisa tetap sehat hingga usia 80 tahun tanpa mengalami masalah berarti," ujarnya.

Kendalikan Gula Darah dan Kolesterol

Yunir menegaskan bahwa kunci memperlambat perjalanan diabetes adalah menjaga kadar gula darah tetap berada dalam target yang dianjurkan. Selain itu, kolesterol, tekanan darah, dan faktor risiko lain juga perlu dikontrol secara bersamaan.

Menurutnya, saat ini tersedia berbagai pilihan terapi, mulai dari obat penurun gula darah, obat kolesterol, obat tekanan darah tinggi, hingga obat diabetes generasi baru yang dapat memberikan manfaat pada lebih dari satu organ tubuh.

Meski begitu, pengobatan tetap harus dievaluasi secara berkala untuk memastikan target terapi benar-benar tercapai.

"Tetap harus dipantau apakah levelnya sudah sesuai dengan target yang kita inginkan atau belum. Kalau belum, mungkin perlu dikombinasikan dengan obat lain yang membantu mencapai target tersebut," ujarnya.

Selain menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, pengidap diabetes juga dianjurkan menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, mempertahankan berat badan ideal, dan menghindari kebiasaan merokok.

 

 

Deteksi Dini Jadi Kunci

Yunir juga mengingatkan bahwa masih banyak penderita diabetes yang belum mengetahui dirinya mengidap penyakit tersebut. Akibatnya, pengobatan baru dilakukan ketika komplikasi sudah muncul.

"Berdasarkan penelitian, sekitar 70 persen pasien diabetes itu tidak terdiagnosis. Artinya, kalau dia tidak cek, dia tidak tahu," katanya.

Oleh sebab itu, dia mengimbau masyarakat memanfaatkan program cek kesehatan gratis sesuai tanggal lahir maupun pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendeteksi diabetes sedini mungkin.

Menurut Yunir, semakin cepat diabetes terdeteksi, semakin besar peluang untuk memperlambat perjalanan penyakit sebelum berkembang menjadi komplikasi serius, seperti gagal ginjal, penyakit jantung, stroke, hingga kebutaan.

"Jangan sampai perjalanan yang dimulai dari A berakhir di Z. Kita harus melakukan pencegahan sedini mungkin agar perjalanan penyakit itu bisa dihentikan sebelum menimbulkan komplikasi yang membahayakan," pungkasnya.