Cara Kerja Tirzepatide di Tubuh Pasien Diabetes Tipe 2

Begini cara kerja tirzepatide dalam membantu mengendalikan gula darah dan berat badan pasien.

Diterbitkan 06 Juli 2026, 14:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tirzepatide menjadi salah satu inovasi terbaru dalam tata laksana diabetes melitus tipe 2 karena bekerja dengan mekanisme yang berbeda dibandingkan sebagian besar terapi diabetes sebelumnya. Obat ini tidak hanya membantu mengendalikan kadar gula darah tapi juga berkontribusi terhadap pengelolaan berat badan yang menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian penyakit diabetes.

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, menjelaskan bahwa keunggulan tirzepatide terletak pada kemampuannya meniru kerja dua hormon alami di dalam tubuh, yaitu GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide) dan GLP-1 (glucagon-like peptide-1).

"Mungkin selama ini masyarakat hanya mengetahui hormon insulin. Padahal sekarang kita mengetahui ada hormon lain di dalam tubuh, yaitu GIP dan GLP-1," ujar Yunir kepada Kesehatan Liputan6.com dalam sebuah kesempatan baru-baru ini. 

Menurutnya, kedua hormon tersebut memiliki mekanisme kerja yang saling melengkapi dalam membantu mengendalikan diabetes tipe 2.

Membantu Mengatur Nafsu Makan

Yunir menjelaskan bahwa salah satu cara kerja tirzepatide adalah memengaruhi pusat lapar dan pusat kenyang di otak. Efek ini membuat pasien lebih cepat merasa kenyang meski mengonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih sedikit.

"Nah, kedua hormon ini bekerja dengan mekanisme yang sedikit berbeda. Ketika obat ini sudah berada di dalam tubuh, salah satu manfaatnya adalah membantu mengatur pola makan. Orang yang sebelumnya memiliki nafsu makan tinggi akan mengalami penurunan nafsu makan karena pusat lapar dan pusat kenyang di otak dipengaruhi oleh obat tersebut," ujarnya.

Dia, mengatakan, pasien yang sebelumnya mampu menghabiskan satu porsi makanan penuh dapat merasa kenyang hanya setelah beberapa suap. Selain itu, rasa kenyang tersebut juga bertahan lebih lama sehingga keinginan untuk makan berlebihan dapat berkurang.

 

Asupan Kalori Berkurang Berat Badan Lebih Terkendali

Penurunan nafsu makan berdampak langsung terhadap berkurangnya calorie intake atau jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Yunir menjelaskan bahwa ketika asupan energi menurun sementara tubuh tetap membakar energi untuk beraktivitas, keseimbangan energi yang sebelumnya positif akan berubah menjadi negatif.

Kondisi ini mendorong tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi sehingga berat badan berangsur turun.

"Ketika asupan energi berkurang, sementara pengeluaran energi tetap berlangsung, keseimbangan energi yang sebelumnya selalu positif sehingga berat badan terus naik akan berubah menjadi negatif. Dampaknya, lemak tubuh akan berkurang," katanya.

 

Berpotensi Menurunkan Risiko Komplikasi

Tak hanya membantu mengendalikan kadar gula darah dan berat badan, manfaat tirzepatide juga dinilai meluas pada berbagai parameter metabolik lainnya.

Menurut Yunir, penurunan berat badan dapat membantu memperbaiki kadar kolesterol serta faktor risiko metabolik lain yang kerap menyertai diabetes tipe 2. Dengan kondisi metabolik yang lebih baik, pengendalian diabetes pun menjadi lebih optimal.

"Selain itu, penurunan berat badan juga memberikan manfaat terhadap parameter metabolik lainnya, seperti kadar kolesterol dan berbagai faktor risiko lain. Penyakit diabetes pun menjadi lebih terkendali sehingga dalam jangka panjang berbagai parameter kesehatan akan membaik," ujarnya.

Dia, menambahkan, hasil penelitian jangka panjang diharapkan dapat menunjukkan manfaat yang lebih luas, termasuk penurunan risiko komplikasi kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke.

"Ke depan, melalui penelitian jangka panjang, kita juga berharap angka kejadian penyakit jantung maupun stroke dapat semakin berkurang. Mungkin itu inti manfaat dari obat ini," pungkas Yunir.