The Lancet Dilibatkan Kemenkes Menuju 100 Tahun RI

Kemenkes bekerja sama dengan The Lancet untuk transformasi kesehatan Indonesia 2045.

Diterbitkan 24 Juni 2026, 12:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggandeng The Lancet untuk memperkuat transformasi sistem kesehatan nasional berbasis bukti ilmiah. Kolaborasi ini bertujuan menyusun rekomendasi kebijakan jangka panjang yang relevan dengan berbagai tantangan kesehatan Indonesia menuju 100 tahun kemerdekaan pada 2045.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan kebanggaannya atas peluncuran The Lancet Regional Health – Western Pacific Commission on Reimagining Healthcare in Indonesia for 2045 di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.

Dia mendorong seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan momentum transformasi digital dan perkembangan riset global.

"Kita patut bangga bahwa Indonesia kini melahirkan komisi jurnal Lancet pertama yang dipimpin putra-putri bangsa. Ini menunjukkan kematangan ekosistem riset kita, dan pemerintah menyambut serta mengajak seluruh mitra untuk bersama mewujudkan visi kesehatan 2045," ujar Budi dikutip dari Antara pada Rabu, 24 Juni 2026.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas menjadi kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan agar Indonesia dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap). Oleh sebab itu, periode bonus demografi pada 2030 s.d 2035 harus dimanfaatkan melalui kebijakan yang tepat sasaran.

"Tidak mungkin kita menghasilkan masyarakat yang produktif dan berpendapatan tinggi jika mereka tidak pintar dan tidak sehat. Karena itu, tugas Kementerian Kesehatan adalah membangun manusia Indonesia yang sehat sejak dalam kandungan hingga usia lanjut," katanya.

Menkes juga berharap para peneliti dapat membantu pemerintah menyediakan data dan bukti ilmiah yang kuat untuk mengevaluasi efektivitas berbagai kebijakan kesehatan.

 

Tingkatkan Angka Harapan Hidup

Pemerintah sendiri telah menetapkan sejumlah target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, termasuk meningkatkan angka harapan hidup menjadi 76 tahun dan harapan hidup sehat menjadi 65 tahun melalui penguatan enam pilar transformasi kesehatan.

Sementara itu, Founding Co-Chair Komisi Lancet Regional Health – Western Pacific, Sandersan Onie, mengatakan, komisi ini dibentuk untuk memastikan kondisi dan keberhasilan sistem kesehatan di berbagai daerah Indonesia terdokumentasi serta mendapat pengakuan di tingkat global.

"Komisi ini pada akhirnya tentang satu hal: memastikan masyarakat termiskin, terpencil, dan paling terpinggirkan di negeri ini dapat menjangkau layanan kesehatan yang bermutu dan bermartabat pada 2045, dan memastikan realitas mereka terlihat dalam bukti yang membentuk pedoman kesehatan dunia," ujarnya.

Editor-in-Chief The Lancet Regional Health – Western Pacific, Jie Cai, juga mengapresiasi langkah Indonesia yang secara proaktif menentukan arah kebijakan kesehatannya melalui riset.

"Menjadi salah satu dari sedikit Komisi yang dipimpin oleh co-chair sebuah negara merupakan pengakuan atas kepemimpinan Indonesia dalam menentukan masa depan kesehatannya sendiri. Komisi ini akan menggabungkan keahlian nasional dan internasional untuk menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang melahirkan kebijakan berkeadilan," kata Jie Cai.

Kemenkes berharap rekomendasi yang dihasilkan Komisi Lancet dapat mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk merancang sistem kesehatan masa depan yang lebih inklusif, merata, dan bermartabat hingga ke daerah terpencil, sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.