Pakar: Gen Alpha Perlu Dilatih Hadapi Ketidaknyamanan

Anak-anak, termasuk Gen Alpha, yang terbiasa bergantung pada fasilitas dan dilayani berisiko mengalami kesulitan ketika hadapi tantangan.

Diterbitkan 08 Agustus 2026, 16:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai fasilitas dan teknologi membuat kehidupan anak-anak gen Alpha semakin mudah dan nyaman. Misalnya anak-anak generasi ini jarang kegerahan karena sering berada di ruangan ber-AC lalu makanan pun tidak sulit didapat karena memesan secara online.

Namun, kemudahan yang terus-menerus diberikan perlu diimbangi dengan pengalaman menghadapi ketidaknyamanan agar anak tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

“Dari perspektif psikologis, kondisi tersebut membuat anak-anak gen Alpha cenderung terbiasa memperoleh kemudahan sehingga karakter kegigihan, ketahanan mental, dan daya juang mereka berpotensi tidak sekuat generasi sebelumnya,” ujar pakar pengasuhan dan perkembangan anak IPB University, Prof Dwi Hastuti.

Supaya anak menjadi pribadi tangguh orangtua punya perang penting. Orangtua perlu memberikan teladan sekaligus menjelaskan alasan di balik setiap pilihan sehingga anak terbiasa berpikir, menganalisis, dan mengambil keputusan.

“Ajak anak untuk mengalami juga bagaimana jika ia harus jalan kaki, bagaimana jika tiba-tiba tidak punya uang, tidak punya aneka fasilitas yang membantu mereka. Hal ini agar anak terbiasa dengan manajemen risiko, sehingga ia tidak bermental “lembek”, mudah menyerah serta mudah putus asa,” jelas Prof Tuti mengutip laman IPB. 

Ia juga menyarankan agar anak diajak melihat berbagai kondisi sosial di sekitarnya untuk melatih empati, berdiskusi, serta belajar menghadapi berbagai kemungkinan dalam kehidupan.

Anak yang terlalu bergantung pada fasilitas dan selalu dilayani berisiko mengalami kesulitan beradaptasi ketika menghadapi tantangan. Maka dari itu, anak perlu dibiasakan melakukan berbagai hal secara mandiri agar mampu mengelola diri, menyelesaikan masalah, dan tidak mudah menyerah.

“Hal ini karena salah satu kunci keberhasilan anak di masa depan adalah individu yang agile, mudah beradaptasi dan menyelesaikan masalah serta kreatif,” pungkasnya. 

Siapa Gen Alpha?

Gen Alpha merupakan anak yang lahir pada 2010–2025 atau saat ini berusia sekitar 1–16 tahun.

Generasi ini tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, digitalisasi, serta beragam fasilitas yang memberikan kenyamanan, termasuk penggunaan pendingin ruangan (AC).