Liputan6.com, Jakarta - Dua dari lima pasien penyakit jantung masih mengalami inflamasi kardiovaskular meski telah menjalani pengobatan sesuai standar. Temuan dari studi global POSEIDON menunjukkan kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya risiko serangan jantung dan stroke.
Studi POSEIDON melibatkan 18.904 pasien di 18 negara pada periode 2023-2025. Penelitian ini menemukan bahwa sekitar 40 persen pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik (PKVA) yang juga mengalami penyakit ginjal kronis (CKD), maupun pasien gagal jantung, masih memiliki inflamasi kardiovaskular.
Berbeda dengan peradangan yang muncul saat tubuh mengalami infeksi, inflamasi kardiovaskular merupakan peradangan yang terjadi pada pembuluh darah dan sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, hingga memperburuk gagal jantung.
Advertisement
Dalam studi tersebut, inflamasi kardiovaskular diukur menggunakan kadar high-sensitivity C-reactive protein (hsCRP). Seseorang disebut memiliki inflamasi kardiovaskular bila kadar hsCRP ≥2 mg/L. Pemeriksaan hsCRP merupakan salah satu tes darah yang telah banyak digunakan sebagai biomarker untuk mengukur inflamasi kardiovaskular.
Senior Vice President sekaligus Chief Medical Officer Novo Nordisk, Filip Knop, mengatakan temuan tersebut menunjukkan masih adanya risiko yang belum sepenuhnya teratasi pada pasien penyakit kardiovaskular, meski mereka telah menjalani terapi sesuai standar.
"Studi POSEIDON menyajikan bukti penting bahwa inflamasi kardiovaskular merupakan sumber risiko yang signifikan dan tetap berlanjut pada pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik serta penyakit ginjal kronis atau gagal jantung, meskipun telah menerima terapi sesuai standar perawatan saat ini," ujar Filip.
Â
Inflamasi Bukan Isu Sekunder
Profesor pada Cardiovascular & Metabolic Disorders Signature Research Programme Duke-NUS Medical School Singapore, Carolyn S.P. Lam, mengatakan hasil studi tersebut memperlihatkan bahwa inflamasi bukan sekadar kondisi penyerta, melainkan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi penyakit kardiovaskular.
Menurut Carolyn, temuan yang konsisten pada berbagai kelompok pasien membuka peluang untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih terarah.
"Hal yang menarik adalah konsistensi temuan inflamasi pada berbagai kelompok pasien yang sangat beragam. Konsistensi ini menunjukkan adanya peluang pendekatan yang lebih praktis ke depan, yakni mengidentifikasi pasien yang paling berpotensi memperoleh manfaat dari terapi yang secara langsung menargetkan inflamasi," katanya.
Selain meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, inflamasi juga diketahui berperan dalam perkembangan gagal jantung. Kondisi ini umum ditemukan pada seluruh tipe gagal jantung, terutama pada individu dengan obesitas, penyakit ginjal kronis, maupun gangguan metabolik lainnya.
Temuan POSEIDON juga sejalan dengan sejumlah pedoman klinis terbaru dari European Society of Cardiology (ESC), American Heart Association (AHA), dan American College of Cardiology (ACC). Ketiga organisasi tersebut telah memasukkan peningkatan kadar hsCRP sebagai biomarker yang dapat membantu menilai risiko penyakit kardiovaskular dan menentukan strategi pencegahan yang lebih intensif.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
![[Fimela] jantung](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/kRNp1t6rzr_ZdVw4Fw_BhCdkirY=/1280x720/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3049754/original/085867100_1581593641-alexandru-acea-RQgKM1h2agA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8465383/original/050312900_1782366651-Menteri_Kesehatan_Budi_Gunadi_Sadikin__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8338322/original/022054400_1782210075-gerd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258370/original/024955300_1781338913-WhatsApp_Image_2026-06-13_at_2.32.37_PM__1_.jpeg)