Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis penyakit dalam konsultan kardiovaskular, Simon Salim, mengatakan tingkat risiko aritmia bergantung pada jenis gangguan irama jantung yang dialami pasien.
“Harus dikembalikan lagi tipe-tipe aritmia-nya, apakah dia hanya mengganggu atau memang berpotensi bahaya,” ujarnya saat ditemui media dalam acara gathering Brawijaya Hospital beberapa waktu lalu.
Simon menjelaskan, ada aritmia yang menimbulkan keluhan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, ada pula aritmia yang tidak menimbulkan gejala, tetapi berpotensi menyebabkan kondisi serius hingga henti jantung apabila tidak ditangani.
Advertisement
"Ada aritmia yang fatal, ada aritmia yang enggak fatal, hanya mengganggu," kata Simon Salim.
Secara umum, lanjut Simon, aritmia dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yakni aritmia yang mengganggu tetapi tidak berbahaya, aritmia yang tidak menimbulkan keluhan tetapi berbahaya, serta aritmia yang sekaligus mengganggu dan berisiko mengancam keselamatan pasien.
Kondisi yang tidak bergejala sering kali menjadi tantangan karena penderitanya tidak menyadari memiliki gangguan irama jantung.
"Ada yang tidak mengganggu tapi berbahaya. Kebetulan berbahaya tapi sebelumnya enggak mengganggu, tiba-tiba henti jantung," jelasnya.
Pemeriksaan Medis Tetap Diperlukan
Simon menekankan pentingnya pemeriksaan lebih lanjut ketika muncul kecurigaan adanya aritmia, baik setelah mendapatkan hasil skrining dari perangkat seperti smartwatch maupun saat mengalami keluhan jantung berdebar yang berulang.
Meski dapat dimanfaatkan sebagai alat skrining awal, hasil yang ditampilkan smartwatch tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan medis.
"Smartwatch boleh saja digunakan, bahkan kami sangat meng-endorse, tapi harus dikonfirmasi," katanya.
Menurut Simon, dokter tidak dapat menegakkan diagnosis hanya berdasarkan satu kali notifikasi atau rekaman dari smartwatch. Untuk memastikannya, pasien perlu menjalani pemeriksaan elektrokardiogram (EKG).
Namun, EKG yang dilakukan dalam waktu singkat belum tentu dapat menangkap gangguan irama jantung karena aritmia umumnya muncul dan menghilang dalam waktu tertentu.
"EKG ini harus yang dibawa pulang. 24 jam direkam terus-menerus, karena kan aritmia-nya datang dan pergi," jelas Simon.
Ia mengibaratkan aritmia seperti gangguan pada aliran listrik yang hanya muncul sesekali. Jika pemeriksaan dilakukan saat irama jantung sedang normal, gangguan tersebut tidak akan terekam.
"Kalau dia (aritmia) datang pas lagi enggak konslet, kan enggak kelihatan. Jadi kita harus menangkap pada saat konslet," jelasnya.
Simon menambahkan, sejumlah faktor risiko aritmia juga dimiliki oleh penderita penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, orang dengan riwayat penyakit jantung koroner memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan irama jantung.
Pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengetahui apakah aritmia yang dialami hanya memengaruhi kualitas hidup atau justru berpotensi mengancam keselamatan pasien.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4562108/original/018876600_1693790769-cek_fakta_gizi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314568/original/051669400_1785750475-cek_fakta_-_prabowo_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5321099/original/046540500_1755663228-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__75_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314617/original/049443500_1785754062-IMG_20260730_134016.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)