Penjualan Implan Payudara Bekas di Rusia Bikin Dokter Khawatir

Dokter mengingatkan bahaya implan payudara bekas yang kini ramai diperjualbelikan di Rusia.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di Rusia, penjualan implan payudara bekas secara daring dilaporkan melonjak tajam. Platform iklan setempat mencatat semakin banyak orang menjual implan yang telah dilepas, seiring memburuknya kondisi ekonomi.

Menurut Oddity Central pada Selasa (7/7/2026), dokter bedah plastik mencatat jumlah operasi pembesaran payudara di Rusia turun sekitar 40 persen dalam satu dekade terakhir. Penurunan ini diduga berkaitan dengan krisis ekonomi yang membuat masyarakat menekan pengeluaran, seperti dikutip Global Liputan6.com pada Rabu (8/7/2026)

Ketidakstabilan nilai tukar dan melemahnya daya beli turut memengaruhi tren tersebut. Banyak perempuan memilih melepas implan payudara, bahkan menjualnya kembali untuk mendapatkan tambahan uang.

Kondisi ekonomi yang tidak menentu juga berdampak pada kehidupan sehari-hari warga Rusia. Penarikan sejumlah bank dan perusahaan asing serta kelangkaan bahan bakar membuat sebagian masyarakat terpaksa menjual barang-barang berharga yang dimiliki, termasuk implan payudara.

Fenomena ini bahkan banyak ditemukan di kota-kota besar yang dikenal makmur, seperti St. Petersburg dan Moskow. Saluran Telegram BAZA melaporkan harga implan bekas berkualitas tinggi kini anjlok hingga tiga sampai empat kali lebih murah dibandingkan harga barunya.

Sebagai contoh, implan Mentor yang semula dijual seharga 140.000 Rubel atau sekitar Rp 32,6 juta kini hanya ditawarkan sekitar 35.000 Rubel (Rp 8,1 juta). Sementara itu, implan Motiva turun dari 200.000 Rubel (Rp 46,6 juta) menjadi sekitar 30.000 Rubel (Rp 6,9 juta).

Meski harganya jauh lebih murah, dokter bedah plastik menegaskan tidak ada tenaga medis yang bersedia memasang kembali implan bekas. Setelah dilepas dari tubuh, implan masih mengandung biomaterial dari pemilik sebelumnya sehingga tidak dapat disterilkan secara sempurna.

Para ahli mengingatkan bahwa penggunaan implan bekas berisiko tinggi karena dapat memicu penolakan oleh sistem kekebalan tubuh. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan komplikasi serius, seperti nekrosis jaringan, bahkan dapat berujung pada kematian.