Kontak Erat Pasien TB Dapat Terapi Pencegahan, Ini Alasannya

Kuman tuberkulosis (TB) bisa 'tidur' di dalam tubuh seseorang dan baru menimbulkan penyakit satu sampai dua tahun kemudian.

Diterbitkan 25 Juli 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cek Kesehatan Gratis dengan pemeriksaan foto rontgen di 53.335 lokasi di seluruh Indonesia. Bila ada masyarakat yang diduga tuberkulosis (TB) dapat segera ditemukan dan diobati. Sementara anggota keluarga atau kontak erat yang belum menunjukkan gejala akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk mencegah menjadi TB aktif. 

"Yang sakit kita obati, sedangkan yang belum sakit kita berikan obat pencegahan," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dokter Benjamin Octavianus saat berada di Jember pada Jumat (24/7/2026).

Pria yang karib disapa Benny itu mengungkapkan kuman TB bisa berada di dalam tubuh seseorang dan baru menimbulkan penyakit satu sampai dua tahun kemudian. Karena itu, pemberian terapi pencegahan sejak dini dinilai penting untuk menghentikan perkembangan penyakit sekaligus memutus rantai penularan.

"Kalau diberikan terapi pencegahan lebih awal, kita bisa memutus rantai penularan sebelum penyakit berkembang," tuturnya saat meresmikan Program Homecare. 

Saat ini, Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus Tuberkulosis terbesar kedua di dunia. Indonesia berada di bawah India dan di atas China. Supaya bisa menekan kasus, Benny mengungkapkan perlu langkah yang luar biasa. 

Ia pun mengapresiasi upaya pemerintah Kabupaten Jember dengan program homecare untuk menekan kasus TB. Lewat program ini, tenaga kesehatan akan datang langsung ke rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, memberikan edukasi, serta memanfaatkan telemedicine apabila diperlukan konsultasi dengan dokter.

"Kami berharap pemerintah daerah ikut mengawal program ini. Kementerian Kesehatan telah menyiapkan dukungan pelaksanaan CKG dengan foto rontgen. Yang terpenting adalah masyarakat mau datang untuk diperiksa sehingga kasus TB bisa ditemukan lebih cepat dan segera ditangani," kata Benny.

 

 

Awal Mula Program Homecare di Jember

Di kesempatan yang sama, Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan bahwa Program Homecare lahir dari evaluasi pemerintah daerahsetelah seluruh masyarakat tidak mampu memperoleh perlindungan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berdasarkan evaluasi masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan layanan kesehatan karena terkendala biaya transportasi maupun akses menuju fasilitas kesehatan.

"Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya memiliki jaminan kesehatan, tetapi juga benar-benar bisa memperoleh pelayanan," tuturnya.

Maka dari itu, tenaga kesehatan yang menjemput bola untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar dan edukasi kesehatan.

Benny berharap bisa ada kolaborasi Program Homecare dan Cek Kesehatan Gratis dengan pemeriksaan foto rontgen diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus TB. Sehingga pasien lebih cepat mendapatkan pengobatan dan kontak erat yang berisiko bisa segera memperoleh terapi pencegahan.