Kenapa Perempuan Rentan Kena ISK? Ada Penyebab Tak Terduga

Dokter menjelaskan alasan perempuan lebih mudah terkena ISK dan langkah pencegahannya.

Diterbitkan 02 Agustus 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kenapa perempuan rentan kena ISK? Dokter spesialis urologi RS Premier Bintaro, dr. Teguh Risesa Djufri, Sp.U., FICS., mengatakan perempuan memang memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran kemih (ISK) dibandingkan laki-laki karena saluran kemih Kaum Hawa lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah masuk dan memicu infeksi.

"Saluran kemih perempuan hanya sekitar dua sampai tiga sentimeter sehingga bakteri lebih mudah masuk, baik dari area genital maupun anus," kata Teguh dikutip dari Antara pada Minggu (2/8/2026)

Selain faktor anatomi, kenapa perempuan rentan kena ISK juga berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari. Menurut Teguh, perempuan umumnya lebih sering menahan buang air kecil, padahal kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Risiko ISK juga meningkat setelah menopause. Penurunan hormon estrogen menyebabkan lapisan pelindung saluran kemih menipis sehingga bakteri lebih mudah menginfeksi kandung kemih maupun saluran kemih.

Teguh, menjelaskan, penanganan ISK pada perempuan berbeda antara sebelum dan sesudah menopause. Pada perempuan pramenopause, bakteri dalam urine yang disertai gejala perlu diobati. Sementara pada sebagian perempuan pascamenopause, keberadaan bakteri tanpa keluhan belum tentu memerlukan terapi antibiotik.

Teguh mengatakan bahwa sebagian besar perempuan akan mengalami ISK setidaknya sekali sepanjang hidupnya. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, anyang-anyangan, frekuensi buang air kecil meningkat, urine keruh atau bercampur darah, hingga nyeri di perut bagian bawah.

ISK pada tahap awal umumnya dapat diatasi dengan memperbanyak minum air putih dan tidak menahan buang air kecil. Namun, apabila keluhan tidak membaik dalam dua hari, pasien sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar infeksi tidak menyebar ke ginjal.

 

Waspada Batu Saluran Kemih

Selain ISK, Teguh juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai batu saluran kemih yang dapat menyumbat aliran urine dan mengganggu fungsi ginjal jika tidak segera ditangani.

Menurutnya, fungsi ginjal mulai mengalami kerusakan apabila penyumbatan berlangsung lebih dari enam minggu. Jika dibiarkan lebih dari 12 minggu, kondisi tersebut berisiko menyebabkan kerusakan ginjal permanen.

Gejala batu saluran kemih umumnya berupa nyeri hebat yang muncul mendadak dari pinggang dan menjalar ke perut hingga kemaluan. Kondisi ini dapat disertai mual, demam, urine berdarah, hingga penurunan jumlah urine sehingga memerlukan penanganan medis segera.

Perempuan hamil juga perlu lebih waspada terhadap gangguan saluran kemih. Perubahan fisiologis selama kehamilan, ditambah konsumsi suplemen kalsium yang lebih tinggi, dapat meningkatkan risiko pembentukan batu saluran kemih apabila tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup dan aktivitas fisik.

 

Cara Mencegah Terjadinya ISK

Cara mencegah terjadinya ISK sebenarnya dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Menurut Teguh masyarakat dianjurkan mengonsumsi air putih sekitar dua hingga tiga liter per hari atau menjaga produksi urine sekitar dua hingga 2,5 liter per hari.

Selain itu, dia menyarankan untuk membatasi konsumsi garam dan makanan tinggi protein, memperbanyak asupan serat dan buah sitrus, rutin beraktivitas fisik, serta menghindari kebiasaan menahan buang air kecil.

Menurut Teguh, kebiasaan sederhana tersebut tidak hanya membantu menurunkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) tapi juga mencegah terbentuknya batu saluran kemih dan menjaga fungsi ginjal tetap optimal dalam jangka panjang.