Sering Sulit BAB? Ini 4 Kebiasaan Pagi yang Bantu Pencernaan Lebih Lancar

Salah satunya tidak langsung minum kopi di pagi hari.

Diterbitkan 04 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rutinitas yang dilakukan setelah bangun tidur ternyata dapat memengaruhi kesehatan pencernaan sepanjang hari. Mulai dari minum air putih hingga berjalan kaki di bawah sinar matahari pagi, semuanya dapat membantu usus bekerja lebih optimal.

Berikut empat hal yang bisa dilakukan usai bangun tidur untuk dukung kesehatan pencernaan Anda seperti mengutip laman Self:

1. Minum Air Putih Sebelum Minum Kopi

Bagi banyak orang, kopi menjadi minuman wajib di pagi hari. Namun,  dokter spesialis gastroenterologi, Will Bulsiewicz, MD, menyarankan untuk minum air putih terlebih dahulu sebelum menikmati secangkir kopi.

Menurutnya, selama enam hingga delapan jam tidur tanpa asupan cairan, usus besar terus menyerap air dari feses, sementara ginjal tetap mengeluarkan cairan melalui urine. Akibatnya, saluran pencernaan menjadi lebih kering sehingga buang air besar bisa terasa lebih sulit.

Ia menyarankan minum sekitar satu gelas air putih segera setelah bangun tidur. Kebiasaan ini membantu menghidrasi kembali saluran cerna sekaligus memicu refleks gastrokolik, yaitu sinyal alami tubuh yang merangsang keinginan untuk buang air besar.

2. Perbanyak Asupan Serat

Banyak orang mengandalkan kopi pagi agar buang air besar dengan lancar. Namun, kopi bukan satu-satunya yang bisa diandalkan.

Ia menyarankan Ada memilih sarapan yang kaya serat seperti buah dan sayur. Serat menjadi makanan bagi bakteri baik di usus sehingga mikrobioma dapat menghasilkan asam lemak rantai pendek yang berfungsi menyehatkan lapisan usus besar.

Lapisan usus yang sehat membantu mengendalikan peradangan sekaligus membuat proses pencernaan berjalan lebih lancar.

 

3. Sarapan dengan Tenang

Selain memilih menu yang sehat, cara menikmati sarapan juga berpengaruh terhadap kesehatan pencernaan. Bulsiewicz menjelaskan bahwa proses pencernaan bekerja optimal ketika tubuh berada dalam kondisi rileks atau rest and digest, yaitu saat sistem saraf parasimpatis aktif.

Sebaliknya, makan sambil terburu-buru, membaca email, mengikuti berita, atau terus menatap layar membuat tubuh tetap berada dalam mode stres (fight or flight). Kondisi tersebut dapat mengurangi produksi enzim pencernaan, membuat gerakan usus menjadi tidak teratur, hingga memicu perut kembung.

Ia menyarankan untuk menyisihkan waktu menikmati sarapan tanpa gangguan gawai, mengunyah makanan secara perlahan, serta lebih memperhatikan rasa dan teksturnya.

4. Berjemur dan Bergerak Ringan di Pagi Hari

Paparan sinar matahari pagi berperan penting dalam mengatur ritme sirkadian tubuh, termasuk ritme mikrobioma usus. Bulsiewicz menyarankan menghabiskan waktu setidaknya 10 menit di luar ruangan sambil melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki, peregangan, atau yoga.

Menurutnya, kombinasi sinar matahari dan gerakan ringan membantu merangsang peristaltik usus, yaitu gerakan alami otot usus yang mendorong makanan dan sisa pencernaan bergerak menuju proses pembuangan.

Ia menyebut berjalan kaki di bawah sinar matahari pagi sebagai salah satu cara paling sederhana, efektif, dan gratis untuk mendukung kesehatan usus.

Â