Muncul Bayangan Hitam atau Benang Melayang di Mata? Bisa Jadi Floaters

Kondisi ini biasa terjadi pada orang tua. Namun, trauma pada mata juga bisa bikin floaters.

Diterbitkan 03 Agustus 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pernah melihat bayangan hitam, titik-titik kecil, benang, atau jaring laba-laba yang tampak melayang saat menggerakkan mata? Kondisi ini bisa jadi floaters.

Floaters merupakan gejala yang umumnya disebabkan oleh kumpulan serabut kolagen mikroskopis pada gel vitreous, yaitu gel yang mengisi sebagian besar rongga bola mata.

Kumpulan serabut tersebut membentuk bayangan pada retina sehingga seseorang melihat titik hitam, benang, atau jaring laba-laba yang tampak mengikuti arah pandangan.

“Pada sebagian besar kasus, floaters terjadi sebagai proses alami akibat bertambahnya usia. Gel vitreous mengalami pencairan dan penyusutan sehingga terbentuk bayangan yang terlihat saat mata bergerak,” jelas dokter spesialis mata Drasthya Zarisha yang juga dosen IPB University. 

Drasthya mengungkapkan floaters disebabkan oleh proses penuaan. Namun riwayat trauma pada bola mata juga dapat memicu munculnya floaters. Dalam beberapa kondisi, gejala ini dapat disebabkan oleh perdarahan di dalam gel vitreous atau gangguan pada retina yang memerlukan penanganan medis.

Drasthya juga meluruskan anggapan bahwa penggunaan gadget menjadi penyebab utama floaters. Ia menjelaskan bahwa penggunaan perangkat digital dalam waktu lama tidak secara langsung menyebabkan kondisi tersebut.

“Penggunaan gadget yang terlalu lama tanpa jeda memang dapat membuat mata cepat lelah. Akibatnya, seseorang menjadi lebih menyadari atau merasa terganggu dengan keberadaan floaters yang sudah ada,” ujarnya mengutip laman IPB University. 

Floaters Rentan Terjadi Orang dengan Minus Tinggi

Floaters perlu segera dikonsultasikan ke dokter apabila muncul secara tiba-tiba, jumlahnya bertambah dengan cepat, atau disertai kilatan cahaya (photopsia), terutama di bagian tepi penglihatan. 

Ia menyarankan agar siapa pun yang baru pertama kali mengalami floaters atau merasa keluhannya semakin mengganggu segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata. Pemeriksaan retina, saraf optik, dan gel vitreous penting dilakukan untuk memastikan tidak ada kelainan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Drasthya mengungkapkan bahwa risiko mengalami floaters lebih tinggi pada orang berusia lanjut, penderita rabun jauh terutama minus tinggi, individu dengan riwayat operasi atau kondisi tertentu pada lensa mata, serta mereka yang memiliki riwayat keluarga atau pernah mengalami ablasio retina.

“Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah gangguan retina yang lebih serius. Karena itu, jangan ragu memeriksakan mata apabila muncul gejala yang tidak biasa,” tutupnya