CKG Tangsel Capai 48 Persen, Temukan Kasus TB hingga Depresi

Capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Tangerang Selatan (Tangsel) tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Banten.

Diterbitkan 01 September 2026, 06:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tangerang Selatan - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, baru mencapai 48 persen dari target yang sudah ditetapkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel pun masih terus mendorong peningkatan cakupan pemeriksaan, sebagai upaya deteksi dini dan penanganan masalah kesehatan masyarakat.

"Soal CKG di Tangsel ini sudah 48 persen dari target," ujar Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, pada Senin (31/8/2026).

Menurutnya, dari pemeriksaan yang telah dilakukan, sejumlah kondisi kesehatan ditemukan pada masyarakat. Diantaranya tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kadar gula darah tinggi (diabetes). Selain itu, ada juga masalah kesehatan jiwa seperti depresi pada sebagian warga.

Benyamin memastikan bila ada masalah kesehatan dari pemeriksaan CKG ditindaklanjuti. Pada kegiatan tersebut, misalnya, ditemukan dua warga yang terindikasi tuberkulosis (TBC) dan langsung mendapatkan penanganan serta pengobatan.

"Dan (semua temuan penyakit) itu langsung kita tindak lanjuti. Hari ini juga tadi dilaporkan ketemu dua penderita TB (tuberkulosis) dan langsung dikasih pengobatan khusus," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan capaian CKG di Tangsel menjadi salah satu yang tertinggi di tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Banten dan telah melampaui target provinsi sebesar 46 persen.

Andra mengatakan, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota akan terus mendorong peningkatan cakupan CKG agar semakin banyak masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya dan dapat memperoleh penanganan lebih dini.

 

Banten Targetkan Capaian 55 Persen

Meski telah melampaui target, Andra mengatakan pemerintah daerah tetap mendorong agar cakupan pemeriksaan kesehatan terus bertambah. Semakin banyak masyarakat yang mengikuti CKG, semakin besar pula peluang untuk mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini.

"Target kita 46 persen, kita ingin meningkatkan lagi target 55 persen. Bukan gagah-gagahan, tetapi semakin banyak keluarga kita terdeteksi kondisi kesehatannya, maka upaya-upaya pencegahannya bisa kita lakukan," ujar Andra.

Dia juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG meskipun dalam kondisi sehat. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan penting untuk mengetahui kondisi tubuh sekaligus melakukan pencegahan sebelum masalah kesehatan berkembang lebih serius.

"Setelah memeriksakan kesehatan, kita akan aware (waspada) dengan yang namanya penyakit. Ingat, penyakit itu tidak kenal usia, siapa saja bisa kena," katanya.

Untuk meningkatkan cakupan CKG, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, termasuk Pemkot Tangsel, terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Kolaborasi tersebut dilakukan bersama puskesmas, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya agar layanan pemeriksaan dapat semakin mudah diakses masyarakat.