Pasien Kanker Butuh Lebih dari Sekadar Teknologi Canggih

Teknologi kanker makin canggih, tetapi sentuhan perawat tetap penting bagi pasien selama pengobatan.

Diterbitkan 01 September 2026, 17:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dunia kedokteran modern terus menghadirkan perkembangan teknologi pengobatan kanker yang semakin pesat. Namun, perjalanan pasien kanker bukan hanya soal tindakan medis dan angka-angka klinis. Di tengah kemajuan tersebut, kehadiran tenaga kesehatan, khususnya perawat, tetap menjadi bagian penting dalam mendampingi pasien secara langsung.

Vonis kanker hingga rangkaian pengobatan yang panjang sering kali menimbulkan rasa cemas dan takut, baik bagi pasien maupun keluarganya. Dalam kondisi seperti ini, teknologi memiliki keterbatasan. Kecanggihan alat dan metode pengobatan tidak dapat menggantikan kehangatan, empati, serta sentuhan manusia atau human touch.

"Perkembangan teknologi untuk pengobatan kanker ini begitu cepat. Tetapi, human touch dari kami tidak bisa digantikan. Dalam 24 jam, perawat berjalan bersama dengan pasien," ujar Head of Nursing MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Fretty Lamria Manalu, dalam acara MRCCC Siloam Semanggi Media Hospital Tour 2026 di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Perawat Hadir 24 Jam untuk Pasien Kanker

Fretty menegaskan, perawat memiliki peran penting dalam menjaga kondisi mental dan emosional pasien selama menjalani perawatan. Jika tindakan medis umumnya dilakukan pada waktu tertentu, perawat justru mendampingi pasien secara intensif selama 24 jam.

Kehadiran tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan medis, tapi juga memberikan rasa aman ketika pasien menghadapi operasi, menjalani terapi, maupun mengalami efek samping pengobatan.

"Perkembangan teknologi tadi tidak bisa digantikan dengan empati yang bisa diberikan oleh perawat. Kemampuan mendengar, kemampuan mengetahui kebutuhan pasien," kata Fretty.

Peran Perawat Tak Sekadar Memberikan Obat

Menurut Fretty, perawatan onkologi saat ini membutuhkan kompetensi keperawatan yang semakin spesifik. Perawat tidak hanya bertugas memberikan obat, mengganti infus, atau menjalankan prosedur medis lainnya.

Perawat juga memiliki tiga peran penting, yakni sebagai edukator, komunikator, dan navigator bagi pasien. Sebagai edukator, perawat membantu pasien dan keluarga memahami kondisi serta proses pengobatan.

Sebagai komunikator, perawat menjadi penghubung antara pasien, keluarga, dan tim medis. Sementara sebagai navigator, perawat membantu pasien melewati setiap tahapan perawatan yang panjang.

Peran tersebut penting agar pasien memahami apa yang sedang terjadi pada tubuhnya, mengetahui tindakan yang akan dijalani, serta tahu harus mencari bantuan ke mana ketika membutuhkan.

"Khususnya pasien cancer, mereka merasa takut dengan penyakitnya. Jadi bagaimana saat pasien merasa dia ada di rumah sakit, dia merasa aman. Dia tahu apa yang akan dia lakukan, tahu apa yang terjadi dengan tubuhnya, tahu ke mana harus pergi," ujar Fretty.

Pada akhirnya, kata Fretty, pendampingan tersebut bukan hanya bertujuan memastikan pasien mendapatkan perawatan medis yang tepat. Lebih dari itu, pasien perlu merasa ditemani dan tidak menghadapi perjalanan panjang melawan kanker seorang diri.

"Yang paling ujung adalah pasien itu tidak merasa sendirian ketika didiagnosis, diberi treatment, dan selama menjalani perawatan di rumah sakit," pungkasnya.