Musim Kemarau Bikin Tubuh Cepat Kehilangan Cairan, Kenali Tanda Dehidrasi

Minum air putih secara berkala tanpa perlu tunggu haus karena dehidrasi bisa bikin pusing atau sakit kepala.

Diterbitkan 15 September 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musim kemarau membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan. Masalahnya, banyak orang baru menyadari tubuhnya kekurangan cairan setelah muncul rasa haus, padahal dehidrasi bisa ditandai dengan gejala lain. 

Dokter spesialis gizi klinik, Raissa E Djuanda pun mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala dehidrasi.

“Kenapa dehidrasi tidak boleh diabaikan? karena cairan berperan penting dalam kesehatan, untuk menjaga suhu tubuh, sirkulasi darah, fungsi ginjal, hingga keseimbangan elektrolit,” kata Raissa.

Lebih lanjut, Raissa mengatakan kurang cairan bisa menyebabkan tubuh cepat lelah, konsentrasi menurun, sakit kepala, bahkan hingga tekanan darah turun, gangguan ginjal, dan penurunan kesadaran.

⁠⁠Gejala yang perlu diwaspadai bisa menjadi tanda seseorang kekurangan cairan, kata Raissa, meliputi rasa haus, bibir kering, mulut kering, sakit kepala, lemas, sulit konsentrasi, warna urin pekat, frekuensi buang air kecil menurun.

“Gejala yang lebih berat lagi: pusing saat berdiri, jantung berdebar cepat, lemas, kebingungan, penurunan kesadaran,” ujar dokter yang menamatkan spesialis gizi klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Jangan Tunggu Haus Baru Minum

Raissa menyampaikan langkah yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah dehidrasi terutama saat musim kemarau, salah satunya mengonsumsi air putih secara berkala.

“Jangan tunggu haus baru minum. Biasakan minum berkala. Minum lebih sering terutama jika banyak berkeringat,” kata dia.

Untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi di musim kemarau, Raissa merekomendasikan makanan dengan kandungan air yang tinggi seperti buah dan sayuran, di antaranya semangka, melon, jeruk, pir, stroberi, ketimun, tomat, sayuran berkuah.

“Minuman elektrolit jika berkeringat sangat banyak atau olahraga intens,” imbuh dia.

Ia menyarankan penggunaan pelindung paparan matahari terutama saat harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, warna urin juga dapat digunakan sebagai salah satu indikator kecukupan cairan tubuh.

“Kalau warna (urine) makin pekat, bisa jadi itu tanda tubuh perlu lebih banyak cairan,” ujar dokter yang berpraktik di RS MMC itu.