Peserta CKG Terdeteksi Hipertensi dan DM Dapat Obat Gratis 15 Hari

Sesudah 15 hari, obat untuk pasien diabetes melitus (DM), hipertensi dan kolesterol dapat diperoleh dengan menggunakan skema BPJS Kesehatan.

Diterbitkan 04 Agustus 2026, 18:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini tidak hanya berfokus pada deteksi dini penyakit. Peserta yang diketahui mengalami masalah kesehatan saat pemeriksaan juga akan langsung mendapatkan pengobatan secara cuma-cuma untuk 15 hari.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maria Endang Sumiwi, mengatakan peserta yang terdeteksi menderita hipertensi, kolesterol tinggi, maupun diabetes melitus akan memperoleh obat gratis untuk kebutuhan selama 15 hari.

"Obat hipertensi, DM (diabetes melitus) dan kolesterol itu tersedia gratis sampai dengan 15 hari baik anggota BPJS maupun non-BPJS," tutur Endang dalam temu media pada Selasa (4/8/2026) di kantor Kemenkes Jakarta. 

Selanjutnya, peserta akan diarahkan melanjutkan terapi melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan memanfaatkan skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta BPJS Kesehatan.

Endang mengatakan, dari sekitar 6,8 juta peserta CKG yang terdeteksi mengalami hipertensi, baru 2,4 juta orang yang kembali menjalani pemeriksaan lanjutan. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,1 juta orang berhasil mengendalikan tekanan darah hingga kembali normal.

"Yang tahun lalu hipertensi jangalah hipertensi begitu ya. Itu yang mau kita tuju. Kita ingin bisa mengendalikan hal-hal yang bisa menyebabkan kematian di usia muda," tutur Endang.

Seperti diketahui tekanan darah tinggi (hipertensi) yang dibiarkan dapat memicu berbagai komplikasi serius, yaitu stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Tata laksana pemberian obat pada peserta CKG yang alami masalah kesehatan menjadi salah satu pembaruan dalam pelaksanaan di tahun kedua pelaksanaan program andalan Presiden Prabowo Subianto ini. Sebelumnya, program ini lebih berfokus pada pemeriksaan dan deteksi faktor risiko penyakit. Kini, peserta yang membutuhkan penanganan dapat langsung memperoleh terapi awal tanpa harus menunggu proses lanjutan.

Â