Liputan6.com, Jakarta - Hampir setiap orang pasti pernah menunda aktivitas, tugas, pekerjaan, atau bahkan sekadar membalas pesan. Padahal, hal-hal tersebut hampir mendekati tenggat waktu. Kebiasaan tersebut terjadi bukan sebatas karena rasa malas tapi prokrastinasi.
Melansir laman Verywell Mind pada Rabu (22/7/2026), prokrastinasi bukan sekadar kemalasan biasa. Para pakar menyebutkan bahwa ketidakmampuan dalam mengatur diri sering kali membuat seseorang bertindak tidak rasional, salah satunya menunda pekerjaan meskipun tahu hal itu menimbulkan masalah.
Salah satu faktor utama penyebabnya adalah anggapan bahwa sebelum memulai suatu pekerjaan, seseorang harus mendapat inspirasi atau motivasi terlebih dahulu.
Advertisement
Faktor Psikologis Lain
Selain hal tersebut, beberapa faktor psikologis lain juga berkontribusi terhadap prokrastinasi, di antaranya:
1. Present Bias (Kenikmatan Sesaat)
Orang-orang cenderung lebih terdorong oleh imbalan instan daripada manfaat jangka panjang. Menunda pekerjaan terasa menyenangkan di awal karena pilihan seperti rebahan atau bersantai lebih memuaskan dibanding menyelesaikan tugas yang membosankan.
2. Depresi
Rasa putus asa, kurang energi, dan krisis kepercayaan diri akibat depresi membuat tugas paling sederhana sekalipun terasa sangat berat untuk dimulai maupun diselesaikan.
3. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)
Penderita masalah ini kerap terjebak dalam perfeksionisme yang tidak normal. Ketakutan dalam membuat kesalahan, ragu pada kemampuan diri, dan rasa cemas atas ekspektasi orang lain justru menjadi pemicu hingga akhirnya memilih menunda.
4. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
Dalam beberapa situasi, hal ini dapat menjadi ciri dari kondisi kesehatan mental yang mendasarinya seperti depresi, OCD, dan ADHD.
Prokrastinasi juga familiar di kalangan para pelajar dan mahasiswa, mengapa? Sebuah penelitian mengungkapkan, diperkirakan 75% pelajar sering menunda-nunda tugas, dan sisanya menyadari bahwa kebiasaan ini adalah masalah yang mengganggu.
Pola Pikir Prokrastinasi
Empat pola pikir keliru kerap jadi pemicu prokrastinasi:
Pertama, terkadang merasa terlalu percaya diri menganggap sisa waktu yang dimiliki masih sangat banyak.
Kedua, ekspektasi motivasi yang besar. Orang-orang yang mengalami prokrastinasi cenderung akan lebih bersemangat ketika siap dan termotivasi. Padahal, dimulai saja dulu.
Ketiga, meremehkan waktu pengerjaan. Banyak mengira suatu pekerjaan bisa selesai dalam waktu cepat, padahal perlu waktu lebih lama.
Keempat, terlalu menunggu suasana hati. Keliru menganggap harus mengikuti mood dan kondisi mental yang pas sebelum bergerak.
Saat menunda pekerjaan, orang kerap membuat berbagai sanggahan atau dalih untuk memvalidasi tindakannya. Alasan-alasan umum tersebut dapat berupa:
- Rasa bingung dan tidak berselera
- Tunggu mood dan “sistem kebut semalam”
- Mencari momen pas
- Kurang inisiatif.
Advertisement
Bagaimana Dampaknya bagi Kehidupan?
Kebiasaan menunda-nunda ini tentu menjadi masalah serius jika sudah parah dan mengganggu kegiatan sehari-hari.
Dalam jangka panjang, prokrastinasi menjadi pola hidup buruk yang dapat menghambat sekolah, karier, hingga ranah luas lainnya.
Secara umum, kebiasaan ini jika dibiarkan semakin buruk, dapat berdampak fatal pada berbagai aspek kehidupan:
- Risiko Stres dan Sakit
Menumpuk pekerjaan di menit-menit terakhir secara sering akan memicu stres tinggi, kecemasan, dan berefek pada kesehatan fisik.
- Hubungan Sosial Terusik
Dalam kerja tim, kebiasaan menunda kerap menumpahkan beban tambahan kepada orang lain.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan rasa kesal, ketegangan, hingga hilangnya kepercayaan dari teman, keluarga, maupun rekan kerja.
- Dampak Finansial dan Kerugian
Masalah ini dapat berdampak pada aspek finansial. Ketika seseorang terlambat dalam membayar tagihan rutin atau kewajiban pajak, bisa berdampak langsung pada kondisi keuangan akibat denda menumpuk yang harus dibayar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302904/original/046159000_1784611502-Dr.Watermark_1784608315019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5178089/original/060696700_1743292394-mudik_gratis_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510769/original/082287200_1771837850-fatigue-stressed-female-student-busy-preparing-report-working-diploma-paper-drinks-coffee-refresh-has-sticker-with-graphic-stuck-forehead-tired-work.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302243/original/013845100_1784537891-063_2286809086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298545/original/069609400_1784173885-jcb255l51UdVd0gGxXauviYVTvQE7EEqMHyZa7O4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4487108/original/020091100_1688126396-top-view-broken-paper-with-red-heart_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303509/original/086571000_1784639462-cek_kesehatan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479339/original/009842300_1768974917-Menteri_Kesehatan_Republik_Indonesia__Budi_Gunadi_Sadikin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302807/original/075882800_1784607445-shakira_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3367396/original/048409700_1612345348-arek-adeoye-ljoCgjs63SM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1450437/original/043184000_1483066096-nyortir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303339/original/059681400_1784627184-Mata_Minus_Anak__Miopia__Cek_Mata__Kacamata_oleh_Aditya_Eka_Prawira__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303287/original/030035800_1784624764-Mata_Minus_Anak__Miopia__Cek_Mata__Kacamata_oleh_Aditya_Eka_Prawira__7_.jpg)