Dokter Bagikan 3 Tips Cegah Kenaikan Berat Badan Jelang Menopause

Berat badan kian sulit dijaga saat memasuki masa menopause.

Diterbitkan 19 Juni 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mempertahankan berat badan ideal kerap dianggap lebih sulit ketimbang menurunkannya apalagi bagi perempuan jelang menopause atau sudah menopause. Guna menjaga berat badan tidak kembali naik, dokter spesialis gizi klinik, Maryam memberikan beberapa tips.

“Yang pertama tentu yang jadi pilar prinsip adalah pola makan. Tidak bisa dimungkiri, mau pakai strategi apapun pola makan tetap menjadi fondasi. Jadi, utamakan gizi seimbang, komposisinya lengkap dengan proporsi sesuai kebutuhan. Artinya selalu ada karbo, protein, dan serat,” kata Maryam dalam temu media bersama Bamed di Jakarta pada Kamis (18/6/2026).

Gizi utama yang perlu jadi perhatian adalah protein. Pasalnya, konsumsi protein di Indonesia terbilang rendah seperti rendahnya konsumsi serat.

“Yang kedua, itu tentu dari aktivitas fisik. Sebetulnya kita enggak perlu aktivitas fisik yang heboh, ngikutin tren, cukup sekadar menjadi individu yang lebih aktif aja. Entah dengan menambah jalan kaki atau bisa lakukan gerakan-gerakan di waktu luang.”

Jika sempat mengalami obesitas, maka potensi naik berat badan cukup tinggi karena ada sel memori. Dia mengibaratkan dengan orang yang pernah menjalin hubungan dan susah move on. Lemak dalam tubuh mengingat-ingat sel yang dulu kemudian memanggil hormon lapar dan semakin susah kenyang.

“Itu memang enggak bisa kita atur, tapi bisa kita upayakan secara maksimal, selain dari dari makanan juga dari olahraga dan tidur,” kata Maryam.

Menurut Maryam, tidur harus berkualitas meski kurang dari delapan atau enam jam. Tidur yang berkualitas dapat membantu proses pengaturan berat badan, metabolisme, dan pembentukan masa otot.

Sulit Tidur pada Wanita Menopause

Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Ni Komang Yeni Dhana Sari, menambahkan bahwa masalah tidur memang kerap dialami oleh perempuan yang memasuki masa menopause.

“Usia 35 tahun mau enggak mau kita sudah memasuki usia perimenopause dan sering kali hormon progesteron turun, itu yang menyebabkan sulit tidur. Jadi tidur tiga jam, mungkin tidur jam 22.00 tapi jam 2 pagi terbangun, itu harus dievaluasi dari gangguan menopause.”

Tidur tidak melulu soal deep sleep, menurut dokter yang akrab disapa Yeni, tidur terdiri dari banyak komposisi ada transisi dari terjaga ke tidur, tidur ringan, hingga tidur pulas.

Nah semua itu kita harus dapat agar berat badan kita juga teratur. Makin sulit tidur, peningkatan berat badannya makin mudah. Mungkin sudah perlu bahan-bahan terapi pengganti hormon dan kombinasi terapi selain dengan konsul ke dokter gizi,” ujarnya.