Respons Cepat Terapi Obesitas Bisa Turunkan Berat Badan 27,7 Persen

Studi STEP UP ungkap respons cepat terapi obesitas bisa turunkan berat badan hingga 27,7 persen.

Diterbitkan 01 September 2026, 17:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Respons cepat terhadap terapi obesitas dapat menghasilkan penurunan berat badan yang cukup besar. Analisis lanjutan studi STEP UP menunjukkan, sebagian pasien obesitas yang merespons terapi dengan cepat mengalami penurunan berat badan rata-rata 27,7 persen setelah 72 minggu.

Pasien yang masuk dalam kelompok early responders tersebut mengalami penurunan berat badan sedikitnya 15 persen dalam 24 minggu pertama. Namun, angka 27,7 persen ini bukan rata-rata seluruh peserta penelitian, melainkan hasil pada kelompok pasien yang sejak awal memberikan respons sangat baik.

Secara keseluruhan, peserta yang mendapatkan semaglutide dosis 7,2 mg mengalami penurunan berat badan rata-rata 20,7 persen setelah 72 minggu berdasarkan analisis efikasi.

Artinya, pasien yang tidak mengalami penurunan berat badan sebesar 15 persen pada enam bulan pertama bukan berarti terapinya tidak berhasil. Respons setiap pasien dapat berbeda dan hasil pengobatan perlu dinilai dalam jangka waktu yang sesuai.

Sebagian Besar Berat yang Hilang Berasal dari Lemak

Studi STEP UP melibatkan 1.407 orang dewasa dengan obesitas tanpa diabetes tipe 2. Selain mengukur perubahan berat badan, peneliti juga menganalisis komposisi tubuh pada sebagian peserta menggunakan pemindaian MRI.

Hasilnya menunjukkan sekitar 84 persen berat badan yang hilang berasal dari massa lemak. Sementara itu, lemak visceral, yaitu lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam, berkurang lebih dari 30 persen.

Penurunan massa otot juga ditemukan selama terapi. Meski demikian, fungsi fisik peserta tetap terjaga berdasarkan hasil tes duduk dan berdiri selama 30 detik.

Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan terapi obesitas tidak cukup dinilai dari angka di timbangan. Perubahan komposisi tubuh dan kemampuan fisik juga perlu diperhatikan.

 

Respons Terapi Obesitas Bisa Berbeda pada Setiap Pasien

Tidak semua pasien memberikan respons yang sama terhadap terapi obesitas. Ada yang mengalami penurunan berat badan dengan cepat, sementara pasien lain membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan hasil yang bermakna.

Perbedaan respons dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi biologis dan metabolisme hingga pola hidup serta respons tubuh terhadap pengobatan.

Oleh sebab itu, pasien yang belum mengalami penurunan berat badan besar pada tahap awal tidak perlu langsung menganggap terapi gagal. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh bersama tenaga kesehatan.

Obesitas sendiri merupakan penyakit kronis yang kompleks. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan pola makan dan aktivitas fisik, tetapi juga dapat dipengaruhi faktor biologis, genetik, lingkungan, dan sosial.

 

Terapi Tetap Perlu Diikuti Pola Hidup Sehat

Dalam studi STEP UP, semaglutide diberikan bersama dukungan untuk menerapkan pola makan sehat dan meningkatkan aktivitas fisik. Terapi medis dengan demikian menjadi bagian dari penanganan obesitas secara menyeluruh, bukan pengganti kebiasaan hidup sehat.

Novo Nordisk menyampaikan bahwa analisis tersebut menunjukkan sebagian pasien dapat mencapai penurunan berat badan yang besar dengan terapi dosis lebih tinggi.

"Sebagian besar penurunan berat badan berasal dari berkurangnya massa lemak, sementara fungsi otot tetap terjaga," demikian keterangan Novo Nordisk terkait hasil analisis komposisi tubuh dalam studi tersebut.

Meski hasil penelitian menunjukkan potensi penurunan berat badan yang signifikan, penggunaan terapi tetap harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Riwayat kesehatan, penyakit penyerta, obat yang sedang digunakan, serta kemungkinan efek samping perlu dipertimbangkan bersama tenaga kesehatan.

Â