Cara Sederhana Menambah Lemak pada MPASI Tanpa Ubah Porsi Makan

Dokter Ian Suteja menjelaskan pentingnya lemak dalam MPASI dan cara memberikannya.

Diterbitkan 03 Juni 2026, 17:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) bukan hanya soal memastikan bayi mau makan. Orang tua juga perlu memperhatikan kandungan nutrisi dalam setiap suapan, termasuk lemak yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sayangnya, masih banyak orang tua yang menganggap lemak sebagai zat yang harus dibatasi. Padahal, lemak merupakan salah satu komponen wajib dalam MPASI, terutama bagi bayi dan anak usia di bawah dua tahun.

Penjelasan tersebut disampaikan Konselor Pemberi Makan Bayi dan Anak (PMBA), Dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med.Sc., Sp.A., dalam diskusi yang diadakan Bumboo pada Rabu, 3 Juni 2026.

"Lemak itu termasuk makronutrisi dan wajib banget ada di setiap menu makanan anak," kata Ian. Menurutnya, kebutuhan lemak anak jauh berbeda dengan orang dewasa.

Jika orang dewasa sering dianjurkan mengurangi konsumsi lemak, anak di bawah usia dua tahun justru membutuhkan asupan lemak yang cukup untuk mendukung perkembangan otak, pertumbuhan tubuh, dan memenuhi kebutuhan energi harian.

Lemak tambahan untuk MPASI apa saja? Kabar baiknya, orang tua tidak perlu menambah porsi makan anak untuk meningkatkan asupan lemak.

Ada sejumlah cara sederhana yang bisa dilakukan agar MPASI menjadi lebih padat kalori dan kaya nutrisi. Salah satunya adalah menambahkan lemak sebagai topping setelah makanan matang.

Misalnya, menambahkan minyak zaitun extra virgin (EVOO) sebanyak setengah hingga satu sendok teh ke dalam bubur atau nasi tim bayi.

Selain itu, mentega tawar juga bisa menjadi pilihan. Setelah bubur atau nasi matang, orang tua dapat menambahkan sedikit mentega untuk meningkatkan kandungan energi dalam makanan.

"Lemak bisa berasal dari bahan utama saat memasak atau diberikan sebagai tambahan berupa topping," ujarnya.

 

Manfaatkan Bahan Makanan Sehari-hari

Ian juga menyarankan penggunaan berbagai bahan makanan yang secara alami mengandung lemak sehat.

Alpukat, misalnya, dapat diberikan sebagai camilan atau dicampur dengan yogurt. Kombinasi ini dapat membantu meningkatkan asupan lemak sekaligus memberikan tekstur yang disukai anak.

Bagi anak yang hanya mau makan buah, orang tua bisa menyiasatinya dengan menambahkan yogurt pada pisang atau apel yang sudah dihaluskan.

Cara lain adalah menambahkan kacang yang sudah dihaluskan atau diblender ke dalam makanan anak. Taburan kacang pada bubur atau nasi dapat menjadi sumber tambahan lemak sekaligus protein.

Saat memasak, orang tua juga bisa menggunakan minyak kelapa atau mentega untuk menumis bahan makanan MPASI.

Tak hanya itu, nasi putih biasa dapat diolah menjadi nasi butter atau nasi lemak sehingga kandungan kalorinya meningkat tanpa harus menambah jumlah porsi yang dikonsumsi anak.

"Nasinya tetap 100 gram, tetap dimakan 100 gram, tapi anak mendapatkan kalori ekstra dari lemak tambahannya," ujar Ian.

 

MPASI Wajib Mengandung Lemak

Selain memperhatikan cara pemberian, orang tua juga perlu cermat dalam memilih sumber lemak untuk MPASI. Ian menyarankan memilih produk dengan kandungan lemak hewani yang dominan dan komposisi yang sederhana.

Produk yang telah memiliki izin edar dari BPOM juga dinilai lebih aman karena telah melalui proses pengujian. Ian juga mengingatkan agar orang tua memilih lemak asli, bukan produk dengan perisa daging atau rasa daging buatan.

"Lemak asli biasanya akan memadat saat berada pada suhu rendah dan kembali mencair ketika dipanaskan," katanya.

Menurut Ian, pemberian lemak dapat dimulai sejak bayi memasuki usia MPASI, yakni enam bulan. Bahkan, dalam panduan MPASI, sumber lemak seperti santan sudah dapat diperkenalkan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing anak.

Oleh sebab itu, orang tua tidak perlu takut memberikan lemak selama diberikan dalam jumlah yang sesuai dan berasal dari sumber yang baik.

"Intinya, semua MPASI wajib diberikan lemak," pungkas Ian.