Dokter: Menganggap Lemak Jahat Bisa Ganggu Perkembangan Otak Anak

Dokter Ian mengingatkan kekurangan lemak pada anak bisa berdampak pada tumbuh kembang otaknya.

Diterbitkan 04 Juni 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - DHA (Docosahexaenoic Acid) merupakan salah satu jenis lemak yang berperan besar dalam tumbuh kembang anak, terutama pada dua tahun pertama kehidupan. Meski demikian, masih banyak orang tua yang menghindari pemberian lemak karena khawatir dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Padahal, menurut Konselor Pemberi Makan Bayi dan Anak (PMBA), Dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med.Sc., Sp.A., lemak justru menjadi nutrisi yang sangat dibutuhkan anak pada masa awal kehidupannya.

"DHA merupakan salah satu lemak yang sangat penting bagi perkembangan anak, terutama perkembangan otak," ujar Ian.

DHA adalah jenis asam lemak omega-3 yang banyak ditemukan pada ikan laut, minyak ikan, telur, dan sejumlah produk pangan yang telah difortifikasi. Nutrisi ini menjadi salah satu komponen utama dalam pembentukan jaringan otak.

Menurut Ian, perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat pada dua tahun pertama kehidupan. Bahkan, sebagian besar pertumbuhan otak terjadi pada periode emas tersebut.

"Kira-kira berat otak manusia itu berapa? Kalau sudah dewasa sekitar 1.400 sampai 1.500 gram, atau hanya sekitar 1,5 kilogram. Ternyata, dalam dua tahun pertama kehidupan, berat otak sudah mencapai sekitar 1.200 gram," ujarnya.

Ian menjelaskan bahwa sekitar 80 persen dari total berat otak manusia terbentuk dalam 24 bulan pertama setelah lahir. Salah satu komponen penting yang berperan dalam proses tersebut adalah lemak, termasuk DHA.

"Dan, ternyata salah satu pembentuk otak adalah lemak," kata Ian.

Oleh sebab itu, kekurangan asupan DHA pada masa awal kehidupan dapat memengaruhi proses tumbuh kembang anak. Otak membutuhkan berbagai nutrisi untuk berkembang secara optimal, termasuk lemak yang menjadi bagian penting dari struktur sel saraf.

"Kalau Anda bilang lemak itu jahat dan tidak memberikan lemak kepada anak, otomatis otaknya juga tidak banyak lemak, tidak banyak DHA. Akibatnya, perkembangan otaknya juga berkurang," ujarnya.

 

DHA Juga Baik untuk Kesehatan Usus

Manfaat DHA tidak hanya terbatas pada perkembangan otak. Ian, menjelaskan, nutrisi ini juga berperan dalam menjaga kesehatan saluran cerna anak.

DHA membantu mendukung lingkungan usus yang sehat, termasuk keberadaan bakteri baik yang berperan dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Dengan kondisi usus yang optimal, tubuh anak dapat memanfaatkan berbagai zat gizi dengan lebih baik.

Karena alasan tersebut, DHA juga sering direkomendasikan sejak masa kehamilan. Tak sedikit ibu hamil yang mendapatkan suplemen DHA untuk mendukung kesehatan diri sendiri sekaligus perkembangan janin.

 

Jangan Takut Memberikan Lemak pada Anak

Masih banyak orang tua yang menganggap semua jenis lemak berbahaya bagi kesehatan. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, terutama untuk anak usia di bawah dua tahun.

Ian menekankan bahwa lemak merupakan salah satu makronutrien penting yang wajib ada dalam menu makanan anak. Selain menjadi sumber energi, lemak juga membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K.

Tanpa asupan lemak yang cukup, penyerapan vitamin-vitamin tersebut dapat menjadi kurang optimal.

Akibatnya, kata Ian, berbagai fungsi penting tubuh, mulai dari kesehatan mata, pertumbuhan tulang, sistem imun, hingga proses pembekuan darah, bisa terganggu.

"Pada anak usia di bawah dua tahun, lemak bukan sesuatu yang harus dihindari. Justru kebutuhan lemak mereka relatif tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan," kata Ian.

Oleh sebab itu, orang tua disarankan untuk tetap memberikan sumber lemak sehat dalam menu MPASI maupun makanan harian anak.