Liputan6.com, Jakarta - Ternyata, mengompol masih bisa terjadi pada anak yang memasuki masa beranjak dewasa (ABG) hingga remaja. Dalam dunia medis, mengompol saat remaja dikenal sebagai nocturnal enuresis dan merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami anak-anak dan ABG di bawah usia 18 tahun. Hal tersebut disampaikan perawat spesialis anak Davina Richardson dalam artikel di laman Bladder & Bowel UK yang dikutip pada Selasa (14/7/2026).
Meski banyak anak berhenti mengompol seiring bertambahnya usia, sebagian lainnya masih mengalami kondisi tersebut hingga remaja.
Bagi remaja, mengompol bukan sekadar masalah fisik. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa malu, menurunkan kepercayaan diri, hingga membuat mereka enggan bercerita kepada keluarga atau teman karena takut diejek atau menjadi korban perundungan. Tak sedikit pula yang akhirnya menghindari kegiatan sosial, terutama acara yang mengharuskan menginap.
Advertisement
Selain berdampak pada kondisi psikologis, mengompol juga dapat mengganggu kualitas tidur sehingga menyebabkan rasa lelah pada siang hari.
Kabar baiknya, nocturnal enuresis merupakan masalah medis yang dapat ditangani. Meski sebagian remaja pernah menjalani pengobatan tanpa hasil yang memuaskan, bukan berarti kondisi ini tidak bisa diatasi.
Yang perlu dipahami oleh remaja dan keluarganya adalah:
- Mengompol merupakan kondisi medis, bukan kebiasaan buruk.
- Kondisi ini bukan kesalahan anak maupun akibat kelalaian mereka.
- Penting untuk mencari tahu penyebab yang mendasarinya.
- Tersedia berbagai pilihan pengobatan yang dapat disesuaikan dengan penyebabnya.
Oleh sebab itu, anak dan remaja sebaiknya dilibatkan dalam proses konsultasi agar memahami kondisi yang dialami serta pilihan terapi yang tersedia.
Mengapa Remaja Masih Mengompol?
Mengompol terjadi ketika ginjal menghasilkan urine dalam jumlah berlebihan saat tidur atau kandung kemih tidak mampu menampung seluruh urine yang diproduksi selama malam hari. Penyebab utamanya adalah otak tidak memberikan respons untuk membangunkan seseorang ketika kandung kemih sudah penuh.
Nocturnal enuresis dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
- Enuresis primer, yaitu ketika anak belum pernah memiliki kontrol penuh terhadap kandung kemih pada malam hari sehingga terus mengompol.
- Enuresis sekunder, yaitu ketika anak sebelumnya sudah mampu mengontrol kandung kemih pada malam hari selama sedikitnya enam bulan, tetapi kemudian kembali mengompol.
Enuresis primer merupakan jenis yang paling sering ditemukan. Sementara itu, enuresis sekunder pada remaja perlu mendapat pemeriksaan dokter karena bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih atau masalah kesehatan lain, sebagaimana dijelaskan oleh HealthyChildren.org.
Cara Mengatasi Mengompol pada Remaja
Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi frekuensi mengompol:
- Hindari minuman bersoda dan berkafein.
- Minum air putih secara cukup sepanjang hari. Remaja putri dianjurkan mengonsumsi sekitar 1,5–2 liter per hari, sedangkan remaja putra sekitar 2–2,5 liter per hari.
- Hindari makan dan minum berlebihan dalam satu jam sebelum tidur.
- Biasakan buang air kecil tepat sebelum tidur.
- Tidur pada jam yang sama setiap malam.
- Atasi sembelit apabila ada. Gangguan buang air besar atau masalah pencernaan dapat memperburuk kondisi mengompol, sehingga perlu segera ditangani.
Kapan Harus ke Dokter?
Penyebab mengompol pada setiap anak atau remaja bisa berbeda, sehingga penanganannya pun tidak selalu sama. Ada yang disebabkan produksi urine berlebih pada malam hari, kapasitas kandung kemih yang terbatas, atau gangguan kesehatan lainnya.
Karena itu, konsultasi dengan dokter sangat penting untuk mengetahui penyebab yang mendasari dan menentukan terapi yang paling tepat, termasuk bila diperlukan pemberian obat. Setiap orang memiliki kondisi dan respons tubuh yang berbeda, sehingga pengobatan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549356/original/044187700_1775616635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-08T094635.806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296369/original/030425400_1784012720-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T140419.763.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5183150/original/040044300_1744167057-a4ff62fd-3736-4ee4-b85a-9304d7e16b9e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297070/original/029757400_1784071679-Players_of_France_and_Spain.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297047/original/067992000_1784067138-fran6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297065/original/007044100_1784070064-Spain_goalkeeper_Unai_Simon_and_defender_Pau_Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297060/original/000844200_1784067788-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297031/original/089698500_1784066707-Spain_s_Borja_Iglesias__26__celebrates_with_Rodri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297028/original/097743500_1784066595-000_C27T8XW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297022/original/065688300_1784063871-063_2286108373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297023/original/005665300_1784063890-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297020/original/005987700_1784057750-063_2286100607.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297021/original/002448900_1784061838-063_2286107530.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)