Belum Ada Vaksin untuk Hantavirus, Kebersihan Jadi Kunci Pencegahan

Hantavirus tengah menjadi sorotan dunia usai muncul wabah di kapal pesiar mewah. Begini cara agar tidak tertular virus Hanta.

Diterbitkan 11 Mei 2026, 10:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - hantavirus atau virus Hanta bukanlah virus baru. Virus ini pertama kali teridentifkasi sekitar 1970-an. Pencegahannya pun bisa dilakukan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sepert disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

“Sebagai masyarakat, sebagai orangtua, jangan panik dulu karena belum tentu juga apa yang terjadi itu (virus) bisa menularnya seperti COVID-19,” kata Ketua Umum PP IDAI DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp. A, Subsp. Kardio (K) dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat.

Piprim menyampaikan bahwa hantavirus berasal dari hewan perekat seperti tikus. Penularan antarmanusia hanya dapat terjadi jika melakukan kontak erat yang berkepanjangan dengan pihak yang tertular. Sifat dari virus itu pun dinyatakan berbeda dengan COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 cara penularannya melalui percikan pernapasan (droplets).

Meski demikian, belum ada vaksin yang dapat melindungi masyarakat dari virus hanta. “Jadi memang kuncinya ada di perilaku hidup bersih dan sehat. Rajin cuci tangan, higienis dan sanitasi,” ucap Piprim. 

Piprim menyebut penerapan PHBS juga mencakup menjaga lingkungan, utamanya tempat penyimpanan makanan, tetap bersih dan terbebas dari tikus seperti mengutip Antara.

Menurut dia, dengan terangkatnya isu virus hanta dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengingatkan kembali masyarakat terkait penerapan hidup yang bersih.

Virus Andes, Salah Satu Strain Hantavirus Belum Ada Laporan di Indonesia

Pakar infeksi penyakit tropik IDAI Prof. Dr. Dominicus Husada, dr., DTM&H., MCTM(TP)., Sp.A., Subsp.IPT., CTH menambahkan bahwa sampai saat ini Indonesia belum pernah melaporkan adanya penularan virus hanta jenis Andes yang ramai dikaitkan dengan kapal pesiar MV Hondius.

Guru Besar Bidang Ilmu PD3I Kedokteran Universitas Airlangga itu mengatakan virus hanta jenis Andes sampai sekarang diketahui baru menyebar di kawasan Amerika Selatan, Argentina, dan Chili.

Dia berharap masyarakat dapat tetap menjaga kebersihan seperti rajin membersihkan kotoran dan kencing tikus menggunakan desinfektan, dan menghindari daerah berdebu yang berisiko menjadi sarang tikus.

“Tetap kuncinya adalah menjaga kebersihan masing-masing melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Tidak ada keraguan-keraguan dalam kondisi apa pun, terhadap penyakit apa pun,” kata dia.