Dokter FKUI Ungkap Potensi Terapi Sel Punca untuk Pasien Serangan Jantung

Terapi sel punca disebut berpotensi bantu pemulihan jantung pasca serangan jantung, bagaimana cara kerjanya?

Diterbitkan 18 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Serangan jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Meski teknologi medis terus berkembang dan pemasangan stent mampu menyelamatkan nyawa pasien, ternyata tidak semua pasien bisa pulih sepenuhnya setelah serangan jantung terjadi.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan kardiovaskular, Dr. dr. Dede Moeswir, menjelaskan, sebagian pasien tetap mengalami kerusakan otot jantung yang berujung pada penurunan fungsi jantung hingga gagal jantung.

"Saat ini terapi utama yang dilakukan ialah membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat melalui tindakan intervensi koroner perkutan menggunakan kawat khusus, balon, dan pemasangan stent," kata Dede usai sidang terbuka promosi doktoralnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dikutip dari Antara pada Senin, 18 Mei 2026.

Menurutnya, tindakan membuka kembali aliran darah atau terapi reperfusi memang menjadi langkah penting untuk menyelamatkan pasien serangan jantung akut.

Namun, proses tersebut belum sepenuhnya mampu mencegah kerusakan jaringan jantung. "Sebagian pasien tetap dapat mengalami kerusakan otot jantung hingga berujung gagal jantung meski telah mendapatkan terapi optimal," ujarnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, Dede mengembangkan penelitian terapi tambahan menggunakan sel punca mesenkimal atau mesenchymal stem cell sebagai terapi adjuvan bagi pasien pasca serangan jantung.

Penelitian tersebut difokuskan pada pasien infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (IMA STE) yang telah menjalani intervensi koroner perkutan primer atau prosedur membuka sumbatan pembuluh darah jantung menggunakan kateter dan pemasangan stent.

Menurut Dede, setelah aliran darah kembali terbuka, sebagian pasien justru tetap berisiko mengalami cedera reperfusi, yaitu kondisi ketika jaringan jantung mengalami kerusakan akibat proses pemulihan aliran darah itu sendiri. Kondisi ini dapat memicu peradangan hingga kerusakan permanen pada otot jantung.

"Tindakan membuka kembali aliran darah memang menjadi terapi utama untuk menyelamatkan pasien serangan jantung. Namun, sebagian pasien tetap berisiko mengalami kerusakan otot jantung akibat cedera reperfusi, peradangan, hingga gagal jantung meski telah mendapatkan penanganan optimal," tambahnya.

 

Terapi untuk Memperbaiki Jaringan Jantung

Dalam penelitian tersebut, sel punca dimanfaatkan karena memiliki kemampuan berdiferensiasi atau berubah menjadi jenis sel tertentu, termasuk sel otot jantung. Terapi ini diharapkan dapat membantu memperbaiki jaringan jantung yang rusak akibat serangan jantung akut.

"Dengan pemberian terapi sel punca mesenkimal, diharapkan kerusakan otot jantung dapat dikurangi sehingga fungsi pompa jantung pasien membaik," kata Dede.

Meski begitu, Dede mengakui hasil penelitian awal menunjukkan terapi sel punca belum mampu memberikan perbaikan optimal dalam waktu singkat. Sebab, proses pembentukan sel otot jantung baru membutuhkan waktu yang panjang.

Oleh sebab itu, penelitian lanjutan dengan masa pemantauan lebih lama masih diperlukan untuk melihat efektivitas terapi tersebut dalam jangka panjang.

"Kami berharap terapi ini dapat membantu mengurangi ukuran kerusakan otot jantung dan memperbaiki fungsi pompa jantung pasien di masa depan," pungkasnya.