Terapi Stem Cell untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Sendi

Stem Cell adalah sel induk yang berperan dalam regenerasi kulit dan pemulihan sendi.

Diterbitkan 21 Juni 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Stem cell atau sel punca merupakan sel dasar pembentuk tubuh manusia yang memiliki kemampuan memperbarui diri dan berkembang menjadi berbagai jenis sel spesifik. Kemampuan ini memungkinkan tubuh memperbaiki jaringan yang rusak serta membantu meredakan peradangan secara alami.

Selain stem cell, terdapat juga secretome, yaitu zat aktif yang dihasilkan dari stem cell dan membawa berbagai sinyal biologis atau growth factor. Komponen ini berperan dalam mendukung proses regenerasi dan pemulihan jaringan tubuh.

Di bidang estetika dan bedah plastik, terapi berbasis stem cell digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti face rejuvenation atau peremajaan wajah, penanganan alopecia (kebotakan), hingga penyempurnaan kontur wajah.

Pada kasus rekonstruksi, terapi stem cell juga dapat membantu penyembuhan jaringan pada luka bakar dan luka kronis.

Dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika dari Brawijaya Hospital, dr. Tasya Anggrahita, Sp.BP-RE, Subsp. E.L, menjelaskan, stem cell memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan perawatan estetika lainnya.

"Dibandingkan terapi skin booster lain seperti salmon DNA, terapi berbasis stem cell menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif. Ia bekerja dari dalam, memperbaiki kerusakan di tingkat sel, dan menghasilkan growth factor untuk perbaikan serta peremajaan jaringan," ujarnya di peluncuran Brawijaya Regenerative Stem Cell Center belum lama ini.

Menurutnya, keunggulan stem cell terletak pada kemampuannya bekerja di tingkat seluler, sehingga tidak hanya memperbaiki tampilan luar, tapi juga mendukung regenerasi jaringan secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

 

 

Manfaat Stem Cell untuk Pemulihan Sendi

Tidak hanya di bidang estetika, terapi stem cell juga mulai digunakan dalam bidang orthopedi. Teknologi ini dinilai memberikan harapan baru bagi pasien dengan cedera sendi, ligamen, hingga tulang rawan yang selama ini kerap membutuhkan operasi besar.

Dokter spesialis orthopedi, dr. Auliya Akbar, Sp.OT, Subsp. PL menjelaskan bahwa stem cell dan turunannya dapat menstimulasi proses pemulihan alami tubuh.

"Aplikasinya luas, mulai dari regenerasi tendon, tulang rawan sendi seperti pada lutut, ligamen, meniskus, rotator cuff, hingga diskus tulang belakang yang cedera atau robek," katanya.

Dengan potensi tersebut, terapi ini dinilai dapat membantu mengurangi kebutuhan tindakan operasi pada kasus tertentu yang memungkinkan penanganan non-bedah.

Meski menjanjikan, penggunaan stem cell tetap berada dalam pengawasan ketat. Di Indonesia, terapi ini telah diatur dalam standar pelayanan Kementerian Kesehatan RI dan hanya dapat dilakukan di fasilitas medis tertentu dengan prosedur terkontrol.

Sebelum tindakan dilakukan, pasien juga harus menjalani skrining komprehensif untuk memastikan kesesuaian kondisi medis. Hal ini penting untuk menjaga keamanan serta efektivitas terapi.

Keamanan Pasien dalam Terapi Stem Cell

Seiring perkembangan teknologi kesehatan, stem cell menjadi salah satu inovasi yang terus dikembangkan karena potensinya dalam mengubah pendekatan pengobatan, dari sekadar mengatasi gejala menjadi memperbaiki jaringan tubuh di tingkat sel.

Direktur Medis Brawijaya Hospital, dr. Venty Muliana Sari Soeroso, M.Sc, mengatakan, keamanan pasien menjadi prioritas utama.

"Dalam setiap terapi stem cell, hal yang paling utama adalah keamanan pasien. Setiap pasien menjalani evaluasi terlebih dahulu agar terapi sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya, dilakukan secara hati-hati sesuai standar medis, dan menggunakan produk dari laboratorium bersertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik)," pungkasnya.