Liputan6.com, Jakarta - Kulit yang mengalami penuaan tampak sagging dan keriput. Menurut dr. Catherine Soebroto, Dipl. CIBTAC dari dr. BELLE Aesthetic Clinic Pondok Indah, Jakarta, ini disebabkan kulit mulai kehilangan kolagen dan elastin, yang merupakan penopang struktur kulit.
"Dengan berkurangnya kolagen, kulit menjadi tipis sehingga kendor dan tampak turun," katanya.
Meski penuaan merupakan proses alami, kondisi kulit yang mulai kendur dan muncul kerutan tidak selalu harus diterima tanpa perawatan. Saat ini, berbagai pendekatan facial rejuvenation tersedia dengan metode non-operasi dan hasil yang tetap natural.
Advertisement
Catherine menyoroti generasi baby boomer masih memiliki pandangan konservatif terhadap prosedur suntik kecantikan. Banyak yang menganggap tindakan tersebut dapat meninggalkan zat permanen di wajah dan berisiko mengubah bentuk secara tidak alami.
"Kalau 40 atau 50 tahun lalu kita selalu dengar, jangan suntik-suntik nanti mukanya jadi aneh. Itu mungkin zaman dulu," katanya.
Dia, menegaskan, persepsi tersebut muncul karena keterbatasan teknologi estetika di masa lalu. Saat ini, prosedur suntik bekerja dengan mekanisme yang berbeda.
"Sekarang kedokteran makin canggih. Yang kita suntikkan hanya stimulate, hanya merangsang, dan zatnya akan hilang," tambahnya.
Salah satu teknologi yang dibahas adalah collagen stimulator berbasis PLLA-SCA atau Poly-L-Lactic Acid. Bahan ini bersifat biodegradable sehingga dapat terurai secara alami di dalam tubuh.
"Jadi, dia bisa hilang dari muka. Yang kita lakukan hanya memicu kolagen," ujarnya.
Menurutnya, teknologi ini bekerja dengan merangsang produksi kolagen tipe 1 dan 3 yang berperan penting menjaga kekencangan dan ketebalan kulit. Penurunan kolagen sendiri terjadi secara alami seiring usia, mulai sekitar usia 20 tahun ke atas.
"Kolagen itu turun setiap tahun. Akibatnya kulit jadi lebih tipis dan mulai sagging," katanya.
Â
Kapan Hasilnya Bisa Terlihat?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5024563/original/062844100_1732616618-cara-menghilangkan-kerutan-di-bawah-mata.jpg)
Dia, menambahkan, hasil biostimulator tidak instan, melainkan bertahap. Efeknya dapat bertahan hingga sekitar 25 bulan, tergantung kondisi kulit masing-masing individu.
"Dia hanya trigger kolagen kita keluar. Jadi, bukan permanen, tapi cukup lama," tambahnya. Efek teknologi ini tidak langsung terlihat karena bekerja dengan menstimulasi produksi kolagen secara bertahap.
Setelah disuntikkan, bahan ini akan terurai sepenuhnya dalam tubuh, sementara kolagen baru yang terbentuk dapat bertahan hingga sekitar 25 bulan untuk membantu memperbaiki kualitas dan struktur kulit dalam jangka panjang.
"Dia merangsang produksi kolagen, lalu hilang, jadi tidak perlu takut sama sekali," ujarnya.
Dia juga menekankan pentingnya tenaga medis yang melakukan prosedur tersebut. Menurutnya, meski bahan yang digunakan sudah aman, hasil tetap sangat bergantung pada keahlian dokter.
"Obatnya sudah bagus dan aman, tapi kalau yang menyuntik bukan ahli, berisiko terjadi efek samping. Penting sekali memilih dokter dan klinik yang tepat," pungkasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2410642/original/023563400_1542429507-joe-robles-602626-unsplashadg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5088769/original/054146300_1736499225-000_36T66N4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9280563/original/023003600_1783176378-1000463244.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300006/original/015885500_1784283359-000_C2DB2ZQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300000/original/049582300_1784282893-mainoo_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265020/original/007345300_1671377845-4_AP22352556886313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3202507/original/071215900_1596847894-AP20220691523830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618472/original/047612700_1782607192-000_B8JU4KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5060400/original/093441200_1734756323-1734752086312_tips-menghilangkan-kerutan-di-wajah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7618310/original/025686000_1780404689-obat_hepatitis.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7605258/original/043665800_1780389546-budi_gunadi__4_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7592122/original/028029900_1780374636-budi_gunadi__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7604662/original/012722600_1780388904-budi_gunadi_sadikin.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7602281/original/098929000_1780386183-Dokter_estetik_dari_dr._Belle_Aesthetic_Clinic__dr._Catherine_Soebroto__Dipl_CIBTAC.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7596406/original/017971000_1780379475-budi__5_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4274862/original/073458900_1672208845-food_in_refrigerator.jpg)