Begini Cara Kenali Kulit yang Mulai Kehilangan Kolagen Menurut Dokter

Ternyata ada cara mudah mengecek apakah kulit mulai kehilangan kolagen.

Diterbitkan 02 Juni 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kolagen merupakan protein penting yang berperan menjaga kekencangan, elastisitas, dan ketebalan kulit. Namun, seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dalam tubuh akan terus menurun. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama munculnya tanda-tanda penuaan pada kulit.

Dokter estetik dari dr. Belle Aesthetic Clinic, dr. Catherine Soebroto, Dipl CIBTAC, menjelaskan, kehilangan kolagen sebenarnya bisa dikenali sejak dini. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari tanda-tandanya hingga kulit mulai terlihat kendur dan mengalami perubahan yang cukup signifikan.

"Setelah usia 20 tahun, kolagen kita akan berkurang sekitar 1 persen setiap tahun. Jadi, ketika usia 30 tahun, kita sudah kehilangan sekitar 10 persen kolagen, dan saat usia 40 tahun jumlahnya bisa berkurang hingga 20 persen," ujar Catherine.

Menurut Catherine, salah satu cara paling mudah untuk mengenali kulit yang mulai kehilangan kolagen adalah dengan memperhatikan ketebalan dan elastisitas kulit.

Kulit yang sehat dan kaya kolagen umumnya terasa lebih padat, kenyal, serta mampu menopang struktur wajah dengan baik. Sebaliknya, ketika kolagen berkurang, kulit akan menjadi lebih tipis sehingga tidak lagi mampu menyangga jaringan lemak dan otot di bawahnya secara optimal.

"Kalau kulitnya mulai tipis, maka semua jaringan di bawahnya akan ikut turun. Karena proses aging, semuanya memang cenderung turun," jelasnya.

Selain itu, munculnya kerutan halus juga dapat menjadi tanda awal berkurangnya kolagen. Kerutan yang awalnya kecil dan samar lama-kelamaan akan semakin terlihat jika produksi kolagen terus menurun.

Pada sebagian orang, terutama yang memiliki jaringan lemak wajah lebih banyak, kehilangan kolagen dapat membuat kulit tampak lebih kendur atau mengalami sagging dibandingkan munculnya kerutan.

 

Cara Sederhana Mengecek Elastisitas Kulit

Catherine mengungkapkan ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk melihat apakah kulit mulai kehilangan kolagen. Caranya adalah dengan menarik kulit secara perlahan.

Jika kulit dapat tertarik cukup panjang dan tidak segera kembali ke posisi semula, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa elastisitas kulit mulai menurun.

"Biasanya kita tarik saja kulitnya. Kalau saat ditarik kulitnya bisa memanjang, itu salah satu tanda kulit mengalami sagging," kata dia.

Sebaliknya, kulit yang masih memiliki kadar kolagen dan elastin yang baik akan terasa lebih kencang dan cepat kembali ke bentuk semula setelah ditarik atau dicubit.

Selain faktor usia, Catherine menyebut genetik dan paparan sinar matahari menjadi faktor penting yang memengaruhi kondisi kolagen kulit.

 

Riwayat Penuaan Dini

Menurutnya, seseorang yang memiliki riwayat penuaan dini dalam keluarga berisiko mengalami kondisi serupa. Meski demikian, faktor genetik bukan berarti tidak bisa diantisipasi.

Di sisi lain, paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi juga dapat mempercepat kerusakan kolagen. Oleh sebab itu, penggunaan tabir surya atau sunscreen secara rutin menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit.

"Paparan UV yang tinggi benar-benar menjadi salah satu penyebab utama aging," ujarnya.

Dia mengingatkan agar masyarakat tidak pasrah terhadap proses penuaan kulit. Dengan perawatan yang tepat serta perlindungan terhadap faktor-faktor pemicu kerusakan kolagen, kesehatan dan kualitas kulit tetap dapat dipertahankan lebih lama.

"Jangan pasrah. Banyak hal yang sebenarnya bisa kita lakukan untuk membantu menjaga kondisi kulit sejak dini," pungkasnya.