Terlalu Sering Eksfoliasi Wajah Bisa Jadi Bumerang, Ini 5 Dampaknya

Kebiasaan eksfoliasi yang berlebihan dapat menjadi bumerang bagi kesehatan kulit wajah.

Diterbitkan 05 Juni 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Eksfoliasi wajah adalah proses mengangkat sel-sel kulit mati dari permukaan kulit agar tampak lebih bersih, halus, dan cerah.

Secara alami, kulit memang mengganti sel kulit mati, tetapi kadang proses ini melambat sehingga kulit terlihat kusam, terasa kasar, dan pori-pori mudah tersumbat.

"Dengan eksfoliasi yang tepat, kulit dapat terlihat lebih cerah, tekstur wajah menjadi lebih halus, dan penyerapan produk perawatan wajah pun menjadi lebih optimal," kata Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika RS EMC Cikarang, Patricia S.U. Br. Hutagalung, mengutip laman resmi pada Kamis, 4 Juni 2026.

Sebaliknya, jika eksfoliasi terlalu sering dilakukan, maka dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, seperti:

  • Kulit kering dan mengelupas
  • Kemerahan dan rasa perih
  • Skin barrier (lapisan pelindung kulit) rusak
  • Kulit menjadi sensitif
  • Muncul bruntusan atau jerawat

"Jika muncul tanda iritasi, sebaiknya hentikan sementara penggunaan produk eksfoliasi dan fokus pada perawatan kulit yang menenangkan," ujar Patricia.

Dia, menambahkan, kulit cerah tidak selalu didapat dari eksfoliasi yang dilakukan terus-menerus. Justru, kulit yang sehat adalah kulit yang terjaga keseimbangan dan lapisan pelindung alaminya.

Eksfoliasi memang bermanfaat untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan membuat kulit tampak lebih cerah, tetapi penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit masing-masing.

Memahami kebutuhan kulit menjadi langkah penting sebelum memilih produk maupun menentukan frekuensi eksfoliasi. Setiap jenis kulit memiliki toleransi yang berbeda, sehingga perawatan yang cocok pada orang lain belum tentu sesuai untuk kulit sendiri.

Jenis Eksfoliasi

Secara umum, eksfoliasi terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Eksfoliasi Fisik

Eksfoliasi fisik dilakukan menggunakan bantuan gesekan untuk mengangkat sel kulit mati, misalnya:

  • Scrub wajah
  • Sponge atau brush wajah
  • Handuk khusus eksfoliasi

Jenis ini perlu digunakan secara lembut agar tidak menyebabkan iritasi atau luka mikro pada kulit.

2. Eksfoliasi Kimia

Eksfoliasi kimia menggunakan kandungan bahan aktif tertentu untuk meluruhkan sel kulit mati, seperti:

  • AHA (Alpha Hydroxy Acid)
  • BHA (Beta Hydroxy Acid)
  • PHA (Polyhydroxy Acid)

AHA umumnya digunakan untuk membantu mencerahkan kulit dan memperbaiki tekstur, sedangkan BHA lebih cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat karena dapat membersihkan pori-pori lebih dalam.

Cara Tepat Eksfoliasi Wajah

Agar kulit tetap sehat, eksfoliasi sebaiknya dilakukan sesuai kebutuhan kulit dan tidak berlebihan. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

Pilih Produk Sesuai Jenis Kulit

Kulit sensitif sebaiknya menggunakan produk eksfoliasi ringan dengan kandungan yang lembut. Sementara itu, kulit berminyak dapat menggunakan eksfoliasi dengan kandungan BHA sesuai anjuran.

Jangan Terlalu Sering

Eksfoliasi umumnya cukup dilakukan 1–2 kali seminggu. Melakukan eksfoliasi terlalu sering dapat merusak skin barrier dan membuat kulit lebih sensitif.

Hindari Menggosok Terlalu Keras

Pada eksfoliasi fisik, hindari menggosok wajah secara kasar karena dapat memicu iritasi dan kemerahan.

Gunakan Pelembap Setelah Eksfoliasi

Kulit membutuhkan hidrasi setelah eksfoliasi agar tetap lembap dan nyaman.

Wajib Menggunakan Tabir Surya

Setelah eksfoliasi, kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Oleh sebab itu, penggunaan tabir surya sangat penting untuk melindungi kulit.