Lansia Kerap Pilih Pengobatan Alternatif, Begini Respons Menteri Wihaji

Menteri Wihaji meyakini bahwa para lansia masih bisa hidup sehat di usia senja.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian masyarakat lanjut usia (lansia) kerap datang ke pengobatan alternatif untuk mengatasi penyakit yang diidap. Seperti mengonsumsi obat tradisional, herbal, hingga ke paranormal.

“Kadang-kadang ada beberapa warga kita punya keyakinan itu untuk menambah semangat sehat. Walaupun kita tentu menyarankan silakan kalau ada hal-hal yang kurang baik bisa cek kesehatan, karena kita punya program cek kesehatan gratis khusus lansia,” kata Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia (Mendukbangga), Wihaji kepada Kesehatan Liputan6.com dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menurut Wihaji, pengobatan alternatif masih diperbolehkan jika sesuai dengan bukti ilmiah. “Tapi memang ada beberapa yang alternatif itu sebenarnya kan ilmiah juga, secara saintifik bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Meski begitu, Wihaji meyakini bahwa para lansia masih bisa hidup sehat di usia senja. Seperti 387 lansia yang dalam kesempatan itu diwisuda dari sekolah lansia. Lansia dari Jakarta, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor ini terlihat masih semangat mengikuti rangkaian acara. Bahkan tak sedikit dari mereka menampilkan bakat masing-masing, mulai dari bernyanyi, menari, hingga bermain musik.

“Bahkan yang paling tua usianya 102 tahun dari sekolah lansia Pantai Indah Kapuk,” kata Wihaji.

Upaya agar Lansia Tidak Kesepian

Wihaji menambahkan, sekolah lansia adalah program Kemendukbangga untuk memberdayakan para lansia sekaligus sarana agar mereka tidak kesepian.

“Kita mewisuda 387 dari sekolah lansia, bagian dari program kementerian kita dan salah satu program prioritas karena di Indonesia sudah 11 persen lebih populasi lansianya. Negara butuh hadir, pemerintah butuh hadir, beliau rata-rata kesepian karena itu kita bikinkan aktivitas,” kata Wihaji.

Para wisudawan yang mengenakan jubah wisuda warna ungu ini rata-rata berusia 74 hingga 84 tahun dan yang tertua 102 tahun.

“HLUN ini sebenarnya tanggal 29 Mei tapi kita rayakan hari ini di kementerian kita dengan mengundang hampir 500 peserta,” tutupnya.