387 Orang Lulus Sekolah Lansia, Siswa Tertua 102 Tahun

Di Sekolah Lansia, para siswa mendapatkan edukasi beragam mulai dari gizi hingga kerajinan tangan.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia (Mendukbangga), Wihaji mewisuda 378 lansia yang baru lulus dari sekolah lansia pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN).

Pada Selasa pagi, 9 Juni 2026, para wisudawan yang mengikuti Sekolah Lansia sudah bersiap di gedung Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jakarta Timur. Mereka mengenakan jubah wisuda warna ungu dan toga warna hitam.

Di usia senja, para lansia yang datang dari Jakarta, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor ini masih lincah dan sehat. Tak sedikit dari mereka menampilkan berbagai kesenian, mulai dari seni musik angklung, tarian line dance, hingga menyanyi lagu lawas.

Menurut Wihaji, Sekolah Lansia adalah program Kemendukbangga untuk memberdayakan para lansia sekaligus sarana agar mereka tidak kesepian.

“Kita mewisuda 387 dari Sekolah Lansia, bagian dari program kementerian kita dan salah satu program prioritas karena di Indonesia sudah 11 persen lebih populasi lansianya. Negara butuh hadir, pemerintah butuh hadir, beliau rata-rata kesepian karena itu kita bikinkan aktivitas,” kata Wihaji.

Para wisudawan rata-rata berusia 74 hingga 84 tahun dan yang tertua usia 102 tahun. “Bahkan yang paling tua usianya 102 tahun dari sekolah lansia Pantai Indah Kapuk,” kata Wihaji.

Mengenal Sekolah Lansia

Sekolah Lansia adalah program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.

Selayaknya sekolah atau kuliah, para lansia difasilitasi dalam pertemuan yang menghadirkan narasumber atau guru/dosen dalam 11 kali pertemuan bulanan.

Materi yang diberikan adalah terkait 7 Dimensi Lansia Tangguh, yakni spiritual, fisik, intelektual, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, dan lingkungan. Beberapa contoh materinya adalah soal gizi lansia, pencegahan penyakit lansia, kerajinan tangan, dan masih banyak lagi.

Setelah menyelesaikan 11 kali pertemuan, mereka memperoleh bekal pengetahuan untuk mewujudkan aspek-aspek dimensi lansia tangguh. Setelah itu, mereka dinyatakan lulus dan kemudian diwisuda dari Sekolah Lansia Standar 1 (S1). Selanjutnya bagi yang telah lulus S1 ada kelanjutan pendalaman materi di Sekolah Lansia Standar 2 (S2) dan Standar 3 (S3).