Kolesterol Tinggi Jangan Dianggap Sepele, Bisa Berujung Serangan Jantung

Kolesterol tinggi yang tidak diatasi bisa menyebabkan plak di pembuluh darah. Ketika ada pencetus bisa berujung hal yang mengancam nyawa.

Diterbitkan 13 Juni 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi, Nancy Virginia, mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap sepele ketika hasil pemeriksaan kolesterol di atas normal.

Bila kadar kolesterol total tinggi serta profil LDL juga di atas normal maka perlu segera mendapatkan penanganan agar tak menjadi 'bom waktu'.

"Kalau kadar kolesterol total dan LDL tinggi dianggap biasa saja, tanpa kita sadari itu adalah 'bom waktu'. Sebagai dokter yang setiap hari bertemu 'bom yang meledak', percayalah bapak ibu ini bukan sesuatu yang bisa kita anggap sepele," tutur Nancy di RS Mitra Keluarga Kemayoran Jakarta pada acara Love The Beat bersama Kalbe Farma pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Nancy mengungkapkan seseorang yang memiliki kadar LDL tinggi di atas normal bila tidak diintervensi maka berisiko mengalami serangan jantung serta stroke.

"LDL itu adalah kolesterol jenis lemak yang terdapat dalam tubuh berperan penting dalam membentuk sel-sel, memproduksi hormon dan menghasilkan vitamin D12. Namun, jika berlebihan itu tidak baik," tutur Nancy.

Untuk mengetahui kondisi kolesterol pada tubuh, Nancy mengingatkan bagi seseorang yang sudah berusia di atas 20 untuk cek darah lengkap. Sehingga bakal ketahuan kolesterol total serta profil LDL dan HDL.

"Jadi, enggak usah tunggu ada gejala. Malah tidak semua yang alami tengkuk sakit atau pegal serta pusing ketika dicek punya kolesterol tinggi. Namun, ada juga yang tidak ada gejala begitu dicek kolesterol total dia tinggi, LDL tinggi," tutur Nancy.

Penanganan Kolesterol Tinggi

Bila memang hasil pemeriksaan darah menunjukkan kolesterol tinggi, maka harus diintervensi karena kadar kolesterol yang tinggi bisa menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah.

"Penumpukan plak ini terjadi menahun atau bertahun-tahun, awalnya enggak ada rasanya. Makin lama kok dada mulai enggak enak, jalan kaki engap," tutur wanita yang mengambil spesialis jantung dan pembuluh darah di Universitas Diponegoro ini.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kolesterol lengkap serta mengetahui riwayat penyakit pasien maka dokter akan menentukan langkah intervensi. Ada pasien yang diminta untuk memodifikasi gaya hidup yang lebih sehat saja, tapi pada kondisi tertentu pasien kolesterol tinggi perlu minum obat satu jenis.

Sementara itu, pada pasien dengan kolesterol tinggi serta punya riwayat serangan jantung atau stroke maka beda lagi intervensi untuk mengendalikan kolesterol.

"Ketika dokter meresepkan obat itu sudah ada banyak hal yang dipertimbangkan. Bila di depan saya ada lima pasien, beda-beda kan itu kondisinya, maka pengobatannya juga bisa berbeda," tutur Nancy.

Maka ketika sudah diresepkan obat kolesterol, sebaiknya dikonsumsi secara teratur tepat waktu. Lantaran obat tersebut bekerja selama 24 jam.

Namun, konsumsi obat kolesterol perlu juga dibarengi dengan modifikasi gaya hidup sehat seperti makan sehat dan berolahraga.

 

Masyarakat Perlu Tahu Faktor Risiko dan Pencegahan

Di kesempatan yang sama, Group Marketing Head PT Kalbe Farma Tbk, apt. Maria Stefani, S.Farm mengatakan program edukasi kesehatan bertajuk Love The Beat merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kadar kolesterol untuk mencegah penyakit kardiovaskular. 

"Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu, edukasi kesehatan, deteksi dini, pemeriksaan kolesterol secara rutin, dan pengobatan yang tepat menjadi penting untuk mencegah komplikasi,” ujar Maria Stefani.

Melalui program Love The Beat, Kalbe ingin membantu masyarakat lebih memahami faktor risiko yang dimiliki dan langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

"Kalbe percaya bahwa deteksi dini merupakan fondasi utama dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kalbe di usianya yang sudah memasuki ke-60 tahun, terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi kesehatan yang berkualitas," tambahnya.