Liputan6.com, Jakarta - Fatty liver adalah kondisi ketika terdapat penumpukan lemak berlebih di hati. Salah satu penyebab utamanya adalah obesitas. Kondisi berat badan yang berlebih dapat memicu gangguan metabolik dan penumpukan lemak di berbagai organ, termasuk hati.
Pada kondisi yang berkaitan dengan gangguan metabolik, penyakit perlemakan hati ini dikenal sebagai Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD).
Jika perlemakan hati ini tidak dikelola dengan baik sebagian pasien bisa mengalami kondisi lebih berat karena ada peradangan dan kerusakan sel hati seperti disampaikan dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), Profesor Rino Alvani Gani.
Advertisement
"Apabila faktor risikonya tidak dikelola dengan tepat, sebagian pasien dapat mengalami progresi menjadi MASH (Metabolic Dysfunction-Associated Steatohepatitis, yaitu bentuk yang lebih berat karena sudah melibatkan peradangan dan kerusakan sel hati,” kata Prof Rino di Jakarta dalam acara Global Fatty Liver Day 2026 bersama Novo Nordisk.
Dalam jangka panjang kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko fibrosis atau jaringan parut pada hati, sirosis, hingga kanker hati.
Sayangnya, perlemakan hati umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak kasus baru terdeteksi ketika kondisi sudah berkembang parah.
Deteksi Dini Perlemakan Hati
Maka dari itu ia menegaskan deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko secara menyeluruh menjadi sangat penting untuk mencegah progresi penyakit.
Siapa saja yang perlu melakukan deteksi dini perlemakan hati? Ia mengingatkan bahwa individu dengan obesitas, obesitas sentral, diabetes tipe 2, dan hasil pemeriksaan fungsi hati yang tidak normal perlu lebih waspada terhadap risiko perlemakan hati.
Rino mengatakan kelompok tersebut dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk melakukan penilaian risiko dan pemeriksaan kesehatan hati sejak dini.
Bila merujuk Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas pada penduduk dewasa usia di atas 18 tahun mencapai 23,4%, sementara obesitas sentral pada penduduk usia ≥15 mencapai 36,8%.
Advertisement
Penanganan Obesitas
Seperti yang diungkapkan sebelumnya, salah satu faktor yang berperan besar dalam terjadinya MASLD adalah obesitas. Karena itu, pengendalian berat badan menjadi bagian penting dalam upaya mencegah perlemakan hati berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi, metabolik, dan diabetes FKUI-RSCM, Dicky Levenus Tahapary, mengatakan obesitas perlu dipahami sebagai kondisi medis kronis yang membutuhkan penanganan komprehensif.
“Obesitas merupakan kondisi medis yang kompleks dan tidak dapat disederhanakan sebagaipersoalan kemauan semata. Kelebihan lemak tubuh, terutama lemak viseral, dapat memicuresistensi insulin, inflamasi, dan gangguan metabolik yang berdampak pada berbagai organ,termasuk hati, jantung, dan pembuluh darah," katanya di kesempatan yang sama.
Dicky mengungkapkan tujuan tata laksana obesitas bukan hanya menurunkan berat badan, tetapi juga mendukung quality weight loss dan kesehatan metabolik jangka panjang. Maka bisa dipertimbangkan terapi farmakologi seperti berbasis GLP-1.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253327/original/062598000_1750044459-cek_fakta_dubes_jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258462/original/084295700_1781345621-Screenshot_2026-06-13_171306.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5284869/original/018342100_1752649316-ikhsan-sugiarto-dpk17SKcGkc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2392195/original/034775900_1540447061-tong-nguyen-van-672655-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5216237/original/058559700_1746947132-Screenshot_2025-05-11_at_13.53.02.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3135262/original/070218800_1590163766-15132.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7592122/original/028029900_1780374636-budi_gunadi__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258372/original/017118700_1781338914-WhatsApp_Image_2026-06-13_at_3.16.26_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258370/original/024955300_1781338913-WhatsApp_Image_2026-06-13_at_2.32.37_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464042/original/029881500_1767677892-anak_sekolah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258067/original/007020400_1781312688-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_11.27.00_AM__1_.jpeg)