Kebakaran Hutan Kalimantan, Kemenkes Minta Warga Waspada ISPA

Bila batuk, sesak napas, demam tinggi, nyeri dada, dan gejala ISPA lain tidak membaik akibat kebakaran hutan segera ke faskes.

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 12:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan rentan memicu gangguan kesehatan, salah satunya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat mengenali gejala dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat jika mengalami keluhan.

"Jangan menunda berobat bila mengalami batuk yang tidak membaik, sesak napas, demam tinggi, nyeri dada, atau keluhan lain yang mengganggu, terutama pada kelompok berisiko," tutur Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, dalam pesan tertulis pada Jumat (21/8/2026).

Ia juga meminta kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita asma, penyakit paru, atau penyakit jantung menghindari paparan asap.

Jika mengalami gangguan kesehatan, kelompok tersebut segera berkonsultasi dengan dokter atau mendatangi faskes terdekat.

Selain mengenali gejala dan menghindari paparan asap, Aji mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau dan saat terjadi karhutla.

Masyarakat dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) setiap hari, termasuk mengonsumsi makanan bergizi, mencuci tangan menggunakan air dan sabun, mencukupi waktu istirahat, serta menghindari rokok untuk menjaga daya tahan tubuh.

Masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan ketika udara berasap atau berdebu.

"Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang menutupi hidung dan mulut dengan baik," pesan Aji. 

Kemenkes turut mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan ketersediaan air bersih selama musim kemarau. Air minum dan makanan juga perlu dipastikan tetap bersih.

Selain itu, masyarakat diminta menerapkan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus agar tempat penampungan air tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk selama musim kemarau.

 

Angka ISPA di Kalimantan Capai 21 Ribu

Menurut hasil penelitian yang dilakukan Youth Act Kalimantan, angka penderita ISPA hingga Agustus di Kalimantan sudah mencapai 21.000 orang.

"Angkanya naik drastis, apalagi kebanyakan masyarakat adat yang jauh dari apotek dan pelayanan kesehatan," kata Koordinator Youth Act Kalimantan, Sarasi Silvester Sinurat.

Masyarakat masih kesulitan mendapatkan masker dan layanan kesehatan. Hal ini membuat Youth Act Kalimantan menginisiasi rumah aman asap di Desa Pilang.

"Ini merupakan salah satu solusi yang bisa kami berikan untuk masyarakat, dimana saat masyarakat tidak memiliki akses memadai untuk mendapatkan udara yang sehat, kami menyediakan rumah aman asap ini," katanya.

Masyarakat makin terbiasa menghirup asap kebakaran hutan padahal itu sangat berbahaya. Jika disuruh mengungsi, warga juga bingung mau mengungsi kemana karena hampir semua wilayah di Kalimantan terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.

"Belum ada yang mengungsi, karena bingung mau ke mana lagi. Sekarang musim kering, penghasilan dari hutan juga sudah tidak ada," katanya.

Â