Tangki Cinta Anak Perempuan yang Terpenuhi dari Ayah Bantu Hindari Hubungan Toksik

Peran ayah ternyata kunci cegah toxic relationship pada anak perempuan. Bagaimana 'tangki cinta' bekerja? Ini jawabannya!

Diterbitkan 05 Mei 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kedekatan antara ayah dan anak perempuan bukan sekadar momen kebersamaan. Lebih dari itu, hubungan ini menjadi fondasi penting dalam membentuk kesehatan mental, rasa percaya diri, hingga cara anak menjalin relasi di masa depan.

Psikolog Anak, Remaja & Keluarga dari Fyn Clinic, Ayoe Sutomo, menjelaskan, konsep kedekatan ini bisa dilihat dari teori attachment yang diperkenalkan oleh John Bowlby. Dalam teori tersebut, hubungan emosional yang aman antara anak dan orang tua akan membentuk secure attachment atau kelekatan yang sehat.

"Kalau anak punya kedekatan yang baik dengan orang tua, termasuk ayah, maka ia akan tumbuh dengan rasa aman. Anak merasa dirinya berharga dan dicintai, dan ini jadi fondasi penting untuk kesehatan mental sampai dewasa," ujar Ayoe saat dihubungi Kesehatan Liputan6.com pada Senin, 4 Mei 2026.

Rasa aman ini berdampak langsung pada perilaku anak sehari-hari. Dalam jangka pendek, kata Ayoe, anak perempuan yang dekat dengan ayahnya cenderung lebih berani bereksplorasi, baik dalam lingkungan sosial maupun akademik.

Mereka juga memiliki kepercayaan diri yang lebih kuat karena merasa didukung secara emosional. "Ketika anak merasa aman secara psikologis, dia jadi lebih berani mencoba hal baru. Di sekolah pun biasanya lebih percaya diri karena tidak takut gagal," tambahnya.

Tak hanya itu, sosok ayah juga berperan sebagai figur laki-laki pertama dalam hidup anak perempuan. Cara ayah memperlakukan anaknya secara tidak langsung akan membentuk standar tentang bagaimana ia seharusnya diperlakukan oleh orang lain, terutama oleh lawan jenis.

Menurut Ayoe, hal ini menjadi kunci penting dalam membentuk pola relasi anak di masa depan. Anak perempuan akan membawa 'standar' tersebut hingga dewasa, termasuk saat memilih pasangan.

"Anak belajar bahwa ini adalah standar bagaimana orang lain memperlakukan dirinya. Jadi ketika dewasa, dia sudah punya gambaran hubungan yang sehat itu seperti apa," katanya.

 

Dampak Jangka Panjang Hubungan Ayah dan Anak Perempuan

Dalam jangka panjang, kedekatan ini berperan besar dalam menurunkan risiko anak terjebak dalam hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship. Anak yang memiliki secure attachment cenderung lebih mampu mengenali batasan diri, menjaga harga diri, dan tidak mudah terpengaruh tekanan sosial.

Selain itu, anak juga memiliki 'ruang aman' secara emosional. Ketika menghadapi tekanan dari lingkungan, mereka tahu ada tempat untuk kembali, yaitu keluarga.

"Anak yang punya kedekatan dengan orang tua biasanya lebih kuat menghadapi tekanan sosial. Karena dia tahu, ada tempat yang aman untuknya," tambah Ayoe.

Dampak positif ini juga meluas ke berbagai aspek kehidupan lain, seperti pendidikan dan karier. Dengan rasa percaya diri, kemampuan sosial yang baik, serta keberanian untuk mencoba hal baru, anak memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan mencapai potensi terbaiknya.

Oleh sebab itu, membangun kedekatan antara ayah dan anak perempuan tidak harus selalu melalui hal besar. Aktivitas sederhana seperti mengobrol, meluangkan waktu bersama, atau sekadar mendengarkan cerita anak sudah cukup untuk memperkuat ikatan emosional.