Liputan6.com, Jakarta - Intoleransi laktosa menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian orang merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi susu sapi. Praktisi kesehatan dr. Farhan Zubedi menjelaskan bahwa intoleransi laktosa merupakan kondisi ketika tubuh kesulitan mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu.
"Hal itu terjadi karena di tubuh seseorang kekurangan enzim laktase yang seharusnya mengubah laktosa menjadi glukosa dan juga galaktosa. Kalau laktase ini tidak ada, berarti laktosa tidak bisa dicerna, maka akan sampai ke usus besar," kata Farhan.
Kondisi ini diperkirakan dialami sekitar 70 persen penduduk Indonesia. Padahal, susu merupakan salah satu sumber asupan gizi yang kaya vitamin, mineral, protein, dan kalsium. "Kandungan tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan dan menjaga kesehatan tubuh," tambahnya.
Advertisement
Laktosa yang tidak tercerna kemudian difermentasi oleh bakteri di usus besar. Proses ini dapat memicu berbagai keluhan pencernaan setelah minum susu, seperti perut kembung, kram perut, diare, dan banyak gas.
Meski mengalami intoleransi laktosa, kata Farhan, bukan berarti seseorang harus menghindari susu sepenuhnya. Dia, menjelaskan, kebutuhan nutrisi dari susu sapi tetap bisa diperoleh dengan memilih susu bebas laktosa atau lactose-free.
Berdasarkan survei Good Doctor terhadap 1.000 dokter, sebanyak 97 persen dokter menyatakan setuju bahwa susu sapi bebas laktosa aman di lambung dan bebas kembung.
Susu bebas laktosa juga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat dengan sistem pencernaan sensitif agar tetap mendapatkan nutrisi dari susu tanpa mengalami ketidaknyamanan akibat laktosa.
Â
Laktosan Dipecah Secara Enzimatis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3240549/original/017525700_1600317151-photo-1588710929895-6ee7a0a4d155__2_.jpg)
Salah satu produk yang hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah MilkLife Lactose Free, yang diperkenalkan sebagai 'The 1st Lactose Free Milk in Indonesia' sejak 2020.
Business Unit Head Dairy Savoria, Didiet Fadriana Abdulkadir, mengatakan, produk tersebut diformulasikan untuk penderita intoleransi laktosa, rendah kolesterol, tapi tetap kaya protein.
"Nutrisinya tetap sama dengan susu regular," kata Didiet. Dalam proses produksinya, laktosa dipecah secara enzimatis menjadi glukosa dan galaktosa tanpa mengurangi nutrisi asli susu.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329565/original/022781600_1787284896-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-21T105934.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180937/original/006715500_1743849574-20250405-Monas-HER_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3224984/original/081641000_1598941095-girl-drinking-milk-from-bottle_23-2147824132.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262381/original/099496500_1781783759-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_6.52.49_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111250/original/056007200_1738044602-6623342f-b16f-43fa-9ad8-24870e8a0600.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136421/original/096715600_1739860623-full-shot-woman-stairs.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329934/original/000561800_1787304676-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_16.27.13.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259107/original/029910400_1781453221-WhatsApp_Image_2026-06-14_at_23.00.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4596813/original/070137400_1696323412-ivonne-lecou-9nJ6Y-ZHC0Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2400624/original/052965400_1541412677-Raw_Pixel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5364166/original/001813400_1759043139-2.jpg)