Cara Aman Mengakhiri Hubungan Tidak Sehat

Putus dari hubungan tidak sehat terkadang tidak mudah. Pada beberapa kasus perlu siasat agar bisa lepas.

Diterbitkan 30 Juni 2026, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tidak semua orang mudah melepaskan diri dari hubungan yang tidak sehat dan membahayakan seperti disampaikan psikolog klinis Kasandra Putranto.

Jika pasangan pernah bertindak agresif, mengancam, menguntit, atau menunjukkan perilaku yang tidak stabil secara emosiona maka pemutusan hubungan sebaiknya dilakukan di lingkungan yang aman.

"Memutuskan untuk melakukannya di tempat yang aman atau dengan dukungan orang lain yang dipercaya," saran Kasandra.

Sebelum mengakhiri hubungan, menurut dia, individu yang bersangkutan sebaiknya membangun sistem pendukung dengan memberitahukan rencananya kepada keluarga, teman dekat, atau orang yang dapat dipercaya. Upaya itu diperlukan karena individu yang memiliki kecenderungan mengontrol biasanya berusaha membuat pasangan merasa kesepian dan sangat bergantung padanya.

Kasandra mengatakan bahwa korban dalam hubungan yang tidak sehat sering kali kesulitan untuk mengambil keputusan secara mandiri, termasuk keputusan untuk mengakhiri hubungan.

"Korban dalam hubungan yang mengandung unsur kontrol koersif sering kali mengalami penurunan rasa percaya diri dan merasa sulit mengambil keputusan secara mandiri," katanya mengutip Antara.

Tidak ada salahnya korban hubungan yang tidak sehat juga bisa mengikuti konseling dengan tenaga profesional agar bisa memahami masalah dalam hubungannya. Hal ini juga bisa meningkatkan kepercayaan diri, serta menyusun rencana yang aman untuk mengakhiri hubungan.

Putus Tanpa Beri Harapan

Kasandra menyampaikan perlunya individu yang ingin mengakhiri hubungan yang tidak sehat menetapkan batasan secara jelas dan tegas.

"Sampaikan keputusan secara jelas tanpa memberikan harapan yang ambigu jika memang keputusan sudah final," katanya.

Penyampaian batasan secara jelas dan tegas dapat mengurangi kemungkinan pasangan melakukan manipulasi emosional dalam upaya untuk mempertahankan hubungan yang tidak sehat.

Kasandra juga menyampaikan pentingnya menghindari perdebatan saat menyampaikan keputusan untuk mengakhiri hubungan kepada pasangan.

Dalam beberapa kasus, menurut dia, pasangan yang agresif dapat menggunakan rasa bersalah, ancaman, atau janji untuk mempertahankan hubungan. Korban sebaiknya tetap fokus pada keputusan yang telah ditetapkan demi keamanan dan kesejahteraan dirinya.

Â