Putus karena Sibuk, Psikologi Punya Penjelasan Menarik

Psikologi menjelaskan mengapa alasan sibuk sering muncul saat hubungan asmara berakhir.

Diterbitkan 11 Juli 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kabar putusnya hubungan penyanyi sekaligus aktris IU dan aktor Lee Jong Suk mengejutkan industri hiburan Korea Selatan. Mengutip Allkpop, Jumat (10/7/2026), agensi IU, EDAM Entertainment dan agensi Lee Jong Suk, ACE FACTORY, sama-sama membenarkan IU dan Lee Jong Suk putus setelah 4 tahun pacaran.

"Itu benar bahwa mereka telah putus," demikian pernyataan dari kedua agensi.

IU dan Lee Jong Suk mengumumkan hubungan asmara mereka pada 2022. Setelah menjalin hubungan selama sekitar empat tahun, keduanya memutuskan berpisah. Melalui pernyataan resmi, kedua agensi menyebut IU dan Lee Jong Suk sepakat tetap menjalin hubungan baik sebagai rekan kerja.

Perpisahan tersebut disebut dipengaruhi oleh kesibukan masing-masing. Sebagai dua bintang besar Korea Selatan, IU dan Lee Jong Suk memiliki jadwal kerja yang semakin padat sehingga waktu untuk bersama menjadi semakin terbatas. Kondisi itu dikabarkan membuat mereka sepakat mengakhiri hubungan.

Sebelumnya, aktor Jo Jung Suk dan Sooyoung dari SNSD juga dikabarkan mengakhiri hubungan setelah berpacaran selama 14 tahun dengan alasan yang serupa.

Lantas, benarkah kesibukan bisa menjadi alasan seseorang mengakhiri hubungan? Mengutip Matthew Hussey, Jumat (10/7/2026), setiap orang memang memiliki kesibukan dan tanggung jawab masing-masing.

Seseorang dapat mengatur ulang jadwal, menunda pekerjaan, atau menjeda aktivitas tertentu. Namun, hubungan asmara tidak bekerja dengan cara yang sama.

Sebuah hubungan tidak memiliki 'tombol jeda'. Hubungan terus berkembang dan berubah sesuai dengan perhatian, waktu, serta respons yang diberikan oleh kedua pihak. Oleh sebab itu, hubungan tidak bisa menunggu hingga seseorang merasa memiliki waktu yang cukup.

Banyak orang mendambakan hubungan yang penuh perhatian dan kasih sayang, tetapi lupa untuk berusaha menjadi pasangan yang juga mampu memberikan hal yang sama.

Di sisi lain, alasan 'sibuk' untuk mengakhiri hubungan juga bisa menjadi bentuk penghindaran. Mengutip Boyfriend Recovery, sebagian orang dengan kecenderungan avoidant attachment atau pola keterikatan menghindar memang lebih memilih menjaga kemandirian dibanding menghadapi konflik atau komitmen dalam hubungan.

Oleh sebab itu, ketika seseorang mengatakan dirinya terlalu sibuk untuk mempertahankan hubungan, alasan tersebut terkadang bukan semata-mata soal waktu, melainkan berkaitan dengan cara mereka menghadapi kedekatan emosional dan komitmen.

Meski demikian, banyak orang berpendapat bahwa kesibukan seharusnya bukan alasan utama untuk mengakhiri hubungan.

Menurut mereka, tantangan tersebut masih dapat diatasi melalui komunikasi yang terbuka, saling memahami, dan kemampuan untuk tetap menjadikan pasangan sebagai prioritas.

Pandangan serupa juga ramai disampaikan warganet di media sosial X.

"Sibuk cuma alasan, semua tergantung prioritas. Kalau putus karena sibuk, berarti pas pacaran lagi jadi pengangguran," tulis akun @heatsire.